Lathi, latu, dan celathu

      1 Comment on Lathi, latu, dan celathu

Sekitar awal bulan ini ada berita tentang seorang ibu beragama Kristen yang dihukum penjara 14 bulan di Bali karena dianggap menghina agama Hindu. Kisahnya dimulai ketika ibu ini bersama beberapa temannya berjalan di depan rumah seorang warga Hindu yang memasang canang di depan rumahnya. Canang adalah tempat sesaji untuk upacara agama Hindu. Ibu ini menyatakan, “Tuhan tidak bisa datang ke rumah ini karena canang itu jijik dan kotor”.

Oleh pernyataan ini yang dianggap menodai agama dan mengganggu kerukunan umat beragama, ibu ini dilaporkan ke polisi, dan setelah menjalani pemeriksaan serta persidangan, akhirnya diputuskan hukuman penjara 14 bulan. Dalam pembelaannya ibu ini menyatakan bahwa tidak ada niat untuk menodai agama Hindu maupun melukai hati para pemeluk agama Hindu.

Ada salah satu peribahasa bahasa Jawa yang berbunyi, “ajining diri dumunung anèng lathi”. Kira-kira maknanya adalah nilai diri seseorang, kepribadian seseorang itu terletak pada mulutnya atau perkataannya.

Dari kata “lathi” inilah kemudian muncul kata “celathu”, ucapan, perkataan, omongan, celetukan. Nah, pagi ini saya menemukan satu kata dalam bahasa Jawa, “latu”. Saya pikir sangat dekat dengan kata “lathi” dan “celathu”. Rupanya kata “latu” ini merupakan krama inggil dari kata “geni”, yaitu api, bara api.

Saya jadi teringat kepada pernyataan rasul Yakobus berikut ini:

Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar. Lidahpun adalah api, ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.[1]

Saya mengingatkan kembali bahayanya lidah yang tidak dikendalikan. Saya rasa saya sudah menulis beberapa hal tentang lidah. Silakan dicari di blog ini:

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Yakobus 3:5-6

1 thought on “Lathi, latu, dan celathu

  1. Pingback: Guru dan lidah – Martianus' Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.