Pagar bagi perkataan

      4 Comments on Pagar bagi perkataan

Dalam khotbah saya tentang manajemen mulut, yang juga sudah saya tuliskan di sini, saya menunjukkan apa saja yang dikatakan Alkitab tentang perkataan kita, dan bagaimana itu bisa memuliakan dan juga sekaligus membinasakan kita.

Nah, kalau tidak salah seminggu yang lalu saya diminta mengkhotbahkan hal yang sama, dan saya menemukan rupanya Alkitab memberikan batasan tentang hal apa saja yang seharusnya dijauhkan dari perkataan kita. Tentang berbohong dan ketidakjujuran, beserta semua turunannya seperti memfitnah, memanipulasi, dll jelas tidak merupakan dosa yang musti dihilangkan dari perkataan kita. Sementara, rasul Paulus menambahkan beberapa hal lagi di dalam Efesus 5:4

“Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono–karena hal-hal ini tidak pantas …”

Ada tiga hal yang disebut rasul Paulus sebagai perkataan yang tidak pantas. Paulus menggunakan kata “aneko” (=Yunani) yang berarti “tidak pantas, tidak patut, tidak baik, tidak sopan” untuk diucapkan. Ketiga hal itu adalah:

  • Perkataan yang kotor
  • Perkataan yang kosong
  • Perkataan yang sembrono

Tentang perkataan yang kotor rasanya kita semua cukup memahami, semacam makian, umpatan, yah semcam itu lah. Sementara Alkitab menggunakan kata “aischrotes” yang berarti hal-hal yang memalukan; kotor, cabul, mesum.

Kata “morologia” digunakan untuk perkataan yang kosong, dari kata dasar “moros” yang berarti bodoh. Morologia secara harafiah menunjuk kepada perkataan-perkataan tolol, banyolan-banyolan yang tidak dipikirkan terlebih dahulu, perkataan-perkataan yang asal keluar tanpa dipikirkan matang-matang.

Sementara perkataan yang sembrono menggunakan kata “eutrapelia” yang menunjuk kepada olok-olok, sendau gurau, lelucon yang vulgar.

Saat saya sedang mengatakan tentang “perkataan-perkataan”, mohon diingat bahwa hal itu juga termasuk ucapan-ucapan yang dituliskan, baik di surat pribadi, di sosial media, ataupun di forum-forum lainnya. Yah, memang tidak mudah sih, tetapi Alkitab mengatakan dengan jelas tentang pantas tidaknya seorang Kristen mengucapkan sesuatu.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

4 thoughts on “Pagar bagi perkataan

  1. Amazing Grace

    renungan yg bagus…mengingatkan kita utk slalu berhati2 dlm berkata2…adalah lbh baik utk diam drpd berbicara tapi malah menjadi batu sandungan bagi org lain…JBU….:)

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.