Berbuah: kesabaran

      1 Comment on Berbuah: kesabaran

Kata “kesabaran” dalam Perjanjian Baru menggunakan kata “makrothumia” yang secara harafiah berarti menahan nafsu; ketabahan, keuletan; ketahanan. Kata ini digunakan 14 kali untuk menunjuk baik kepada karakter Allah, maupun juga kepada manusia.

Dalam hal apa saja kita harus membangun karakter ilahi kesabaran ini?

1. Dalam menanggung segala sesuatu
” dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar” (Kolose 1:11)

2. Terhadap orang lain
“abarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.” (Kolose 3:13)

3. Dalam hal menegor dan menasihati
“Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.” (2 Timotius 4:2)

4. Dalam penderitaan dan penganiayaan karena iman
“Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.” (Yakobus 5:10)

“…¬†kesabaran mencegah kesalahan-kesalahan besar” (Pengkhotbah 10:4)

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

1 thought on “Berbuah: kesabaran

  1. Pingback: Apakah saya cukup sabar? | Martianus' Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.