Salam Pramuka: unforgettable memories

Jamda03

Ini hari peringatan hari Pramuka, 14 Agustus, dan saya buka-buka album foto lama. Yah, meskipun sudah bertahun-tahun tidak ikut kegiatan Pramuka, semasa SD-SMP saya sangat aktif ikut dalam Gerakan Pramuka.

O’ya, karena dulu belum ada camdy, maka foto-foto lama ini saya capture ulang dengan camdy, hasilnya agak kabur memang. Dimaklumi ya 🙂 Kalau Anda bertanya-tanya, foto-foto ini benar-benar saya lho, waktu masih sangat remaja dan sangat kurus 🙂

Kanak-kanak

Ayah dan ibu saya pembina Pramuka, maka sejak kecil sebelum sekolah sudah dikenalkan dengan Pramuka. Foto di atas, entah tahun berapa tapi yang jelas di Monumen 45 Banjarsari Surakarta.

Hut_pramuka

Foto di atas waktu memimpin upacara peringatan Hari Pramuka. Kalau tidak salah di Lapangan Banyuanyar Solo.

Beberapa even besar Pramuka yang saya ikuti antara lain Jambore Cabang Kwarcab Surakarta, Jambore Daerah tahun 1995 di Kudus, Jambore Nasional 1996 di Cibubur, dan Estafet Tunas Kelapa. Saya tidak bisa temukan semua foto-fotonya sih 🙁

Jamda01

Upacara pembukaan Jambore Daerah 1995 di Kudus.

Jamda02

Kalau tidak salah ingat, foto di atas diambil di depan museu kretek Kudus ya 🙂 Kalau ada yang tahu mohon diingatkan.

Jamda04Jamda05Jamda06Jamda07

Rangkaian foto di atas masih di Jamda Kudus 1995. Bumi perkemahannya waktu itu baru saja dibabat dari hutan dan perkebunan. Jadi sudah biasa hewan-hewan macam ular, kalajengking, dan lain-lain tiba-tiba muncul di dalam tenda. Hal disengat kalajengking sudah biasa, meskipun sakitnya ya bukan main 🙂 Kebiasaan teman-teman dulu, kalau ada kalajengking nempel di tenda, langsung dibantai bareng-bareng 😀

Jamnas01

Foto di atas diambil saat Jambore Nasional 1996 di Cibubur. Yang di belakang itu salah satu hasil rancangan saya yang dipakai untuk menggantung pakaian dan menata sepatu. Jadi memang ada pelajaran arsitektur sederhana, maklum karena Jamnas waktu itu kalau tidak salah hampir 2 minggu, 10 hari lebih lah. Selain tempat gantung pakaian, tempat sepatu, ada jemuran, rak alat-alat dapur; dibuatnya cuma dari bambu yang dirangkai kemudian dicat.

PrawirawatangSendratari01Sendratari02

Menampilkan seni daerah itu sifatnya wajib bagi setiap kontingen. Karena dulu saya penari tradisional yang lumayan, akhirnya ditunjuk masuk ke tim tari Prawirawatang. Itu tari keprajuritan dengan menggunakan tongkat. Kemudian kami juga menyiapkan fragmen sendratari, kalau tidak salah judulnya Bagawat Gita, di sini saya beperan jadi Buto (Raksasa).

Jamnas05

Foto di atas waktu pelatihan SAR di danau Cibubur.

Jamnas02

Acara diskusi malam. Sebelum banyak acara diskusi seperti sekarang ini, sejak dulu Pramuka sudah dikenalkan dengan diskusi kebangsaan, diskusi Pancasila, dll.

Jamnas03

Nah, yang diatas, kami sedang nampang dengan pembina Pramuka utusan dari Malaysia.

Jamnas04

Gambar di atas benar-benar kenangan yang tidak terlupakan. Itu melewati kubangan lumpur yang panjang. Di sini katanya biasanya untuk latihan Kopassus. Banyak sepatu teman-teman yang hilang di sini, karena terjebak dalam lumpur dan tidak bisa ditarik. Dari sini, masih berjalan lebih dari 5 km. Jadi sampai di tenda, lumpur sudah mengering di kulit. Kalau ditanya pernah mandi lumpur? Saya jawab sudah!

Okay, jayalah terus Pramuka Indonesia! Kembangkan kemandirian pemuda bangsa!

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

2 thoughts on “Salam Pramuka: unforgettable memories

  1. alamendah

    Wah, berarti waktu di Kudus itu barengan dengan saya, pak. Kebetulan saya dari kontingen Pati

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.