Matius: si pemungut cukai

      No Comments on Matius: si pemungut cukai

Bagaimana jika seorang yang dibenci oleh begitu banyak orang, dibenci oleh bangsanya sendiri, tiba-tiba dipilih menjadi murid dari Sang Guru. Itulah sebenarnya yang terjadi pada rasul Matius ini.

Latar belakangnya sangat mirip dengan Zakheus yang adalah seorang pemungut cukai. Pada masa itu pemungut cukai adalah profesi yang sangat dibenci di antara bangsa Israel. Dianggap sebagai pengkhianat, antek-antek bangsa Romawi. Karena diasingkan oleh bangsanya sendiri, para pemungut cukai ini cenderung membentuk kelompok eksklusif dan bergaul hanya dengan sesamanya.

Nama aslinya sebelum panggilan Tuhan Yesus kepadanya adalah Lewi. Bisa dipastikan Lewi ini adalah seorang yang kaya dalam hal harta, selain karena profesinya sebagai pemungut cukai, juga disiratkan oleh Alkitab bahwa dia juga mengadakan jamuan makan untuk rekan-rekan seprofesinya.

Ketika kemudian menjadi salah satu di antara 12 rasul, lebih dikenal dengan nama Matius, yang dalam bahasa Yunani berarti “anugerah Allah”. Tidak ada catatan Alkitab yang menunjukkan keterlibatan khusus dari rasul yang satu ini. Tetapi jelas dia berumur cukup lanjut karena kemudian dia menulis kitab Matius yang menjadi kitab pertama di Perjanjian Baru.

Ketika dunia mencari-cari kualitas terbaik dari seseorang, TUHAN Yesus mampu melihat di bawah semua hal yang kelihatan itu. Jangan pernah menilai seseorang dari kualitas-kualitas yang kelihatan, karena Roh Kudus mampu mengubahkan hati.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.