Koneksi mulut-hati-otak

      2 Comments on Koneksi mulut-hati-otak

Sebenarnya cukup jenuh juga mendengarkan sharing orang yang terluka karena perkataan orang lain. Saya selalu bilang kalau terluka, tersinggung, dan semacamnya itu adalah pilihan. Mau tersinggung atau tidak tersinggung, mau terluka atau tidak terluka, itu adalah pilihan kita, tidak peduli apa perkataan orang lain.

Cuma yang jadi masalah saat ada belasan hingga puluhan orang yang terluka karena mulut dari satu orang yang sama … waduh … rasanya mulut orang ini yang perlu dikuduskan 🙂 Okay, berhenti dulu, tidak perlu menyalahkan mulut orang lain, bagaimana dengan mulut saya, bagaimana dengan perkataan-perkataan kita, lebih banyak menjadi berkat atau malahan membuat orang banyak terluka hatinya.

Gambaran saya ini memang tidak sempurna, tetapi katakanlah otak kita ada di atas, mulut kita di tengah, sementara hati kita agak di bawah (lihat gambar). Seringnya, kalau otak kita memproses sesuatu langsung dikeluarkan ke mulut, hasilnya omongan yang hanya logika tanpa perasaan. Apalagi kalau ada sesuatu di hati, langsung juga dikeluarkan di mulut, akibatnya tentu saja perkataan-perkataan yang emosional tanpa pikir panjang.

[blackbirdpie id=”157801681449521153″]

Bagaimana kalau kita belajar seperti ini. Sekiranya ada sesuatu di otak, bawa dulu ke hati untuk dirasakan, baru kemudian dikeluarkan lewat mulut. Kalau sesuatu mengganjal di hati, proses dulu di otak, baru keluarkan lewat mulut. Saya rasa dengan cara demikian, kita bisa lebih bijaksana dengan mulut kita kan.

“Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka” (Yakobus 3:6)

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

2 thoughts on “Koneksi mulut-hati-otak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.