Just sharing: internet tidak stabil

Sudah 3 tahun ini saya adalah pelanggan setia internet Smartfren. Waktu itu masih dalam naungan Mobile-8. Selama waktu itu juga modem Mobi Pantech PX-500 yang saya gunakan tidak pernah mengecewakan, termasuk kecepatan jaringannya.

Tetapi di pertengahan Februari 2012 hingga sekarang, tiba-tiba entah kenapa akses internet dengan Smartfren menjadi sangat tidak stabil. Bisa 5 menit kecepatan puncak lalu 1 jam berikutnya sangat-sangat lambat. Silakan baca linimasa saya di Twitter, beberapa kali saya menghubungi customer service Smartfren dengan berbegai macam keluhan. Tetapi jawabannya:

  1. Diminta mengirimkan data diri, modem yang dipakai, kocepatan yang didapat, nomor kartu, alamat, dll.
  2. Setelah itu akan dijawab sedang ada peningkatan kualitas jaringan, atau
  3. Diminta mengulang lagi koneksi secara berkala, atau
  4. Dijawab bahwa keluhan sudah dimasukkan ke bagian terkait.

Berbagai usaha “teknis” saya lakukan, pindah lokasi ke lantai 2 di rumah, tetap tidak terpengaruh. Ada kepikiran beli antena eksternal, sampai akhirnya ada pinjaman dari teman dan dipasang di ketinggan 20 meter dari lantai dua, antena diputar-putar, tetap saja tidak ada hasilnya. Selain tidak stabil, juga makin melambat.

Ini koneksi Smartfren saya di rumah.

Tapi koneksi Smartfren yang tidak stabil ini hanya saya alami di rumah. Kalau di tempat lain, misal ada satu instansi yang memerlukan jasa IT saya yang jaraknya 1 km dari rumah, saya dapat kecepatan yang tinggi dan sangat stabil.

Maka, saya menyimpulkan di lokasi daerah rumah saya traffic Smartfren sudah terlalu penuh, sehingga bandwidth sudah tidak memenuhi. Satu-satunya solusi ada di tangan Smartfren, yaitu memperbesar bandwitdth, dan saya tahu ini bukan masalah mudah. Musti dihitung untung-ruginya dalam hitung-hitungan bisnis.

Nah, karena sudah mulai mengganggu pekerjaan, dan juga aktivitas ngeblog, dengan berat hati saya memutuskan untuk beli modem baru dan meninggalkan Smartfren. Kriteria modem baru adalah, support Linux, khususnya Ubuntu. Setelah googling ketemu modem Huawei E173, dan langsung beli deh.

Saya coba pakai kartu XL, karena langganan internetnya lebih mahal. Katanya semakin mahal semakin baik. Dan memang dibandingkan dengan Smartfren, XL lebih mahal. Untuk kuota 2 GB, Smartfren hanya 50 ribu rupiah. Sementara XL menyediakan kuota 2,5 GB dengan harga 99 ribu rupiah.

Tapi memang koneksi XL di rumah saya jauh lebih cepat dan lebih stabil dibandingkan dengan Smartfren. Memasang Huawei E173 di Ubuntu 11.10 sangatlah gampang, tinggal colokkan modem ke USB, dan ikuti perintahnya, sama persis dengan install Mobi Smartfren. Dan inilah koneksinya …

Akhirnya, dengan derai air mata *lebay* memutuskan untuk memensiunkan Mobi Smartfren. Tapi muncul masalah baru. Besoknya ada satu kantor yang menghubungi untuk minta tolong urusan IT. Lokasinya jauh lebih tinggi dari rumah saya, lumayan jauh juga. Sampai di sana, laptop saya colokkan modem yang sudah pakai XL … duaaaar … sama sekali tidak mau konek. Saya tanya apa ada handphone yang pakai kartu XL, dan mereka bilang baik-baik saja. Untung Mobi Smartfren masih di tas, dicolokkan … eh … malah dapat kecepatan maksimal.

Hari lainnya, saya coba pakai modem XL di beberapa tempat yang berbeda, ada yang dapat koneksi maksimal, ada yang cuma dapat kecepatan GPRS, bahkan ada yang sama sekali tidak bisa nyambung.

Akhirnya, dua modem ini tetap saya aktifkan, tinggal lihat lokasinya. Kalau Smartfren yang maksimal, ya pakai Mobi, kalau XL yang lebih stabil ya pakai yang E173. Pelajaran penting, jangan rewel kalau terjadi kelambatan koneksi internet via modem eksternal. Pahami bahwa setiap provider di Indonesia ini punya kelebihan dan kekurangan, ya dimaklumi saja. Kalau satu provider sangat parah, ya pindah saja ke provider yang lain. Atau seperti saya, punyai dua modem, satu GSM, satu CDMA, jadi bisa ganti-ganti bergantung keperluan toh 🙂

Tulisan ini tidak untuk menjelekkan Smartfren, dan mengangungkan XL, atau sebaliknya. Karena pengalaman saya mengatakan “untuk koneksi internet, lokasi sungguh menentukan prestasi”. Mohon maaf untuk C.S. Smartfren yang sudah saya ganggu berulangkali via Tiwtter, sekarang saya bisa pahami kondisinya.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.