Ketika “sang binatang jalang” bersua dengan Tuhan Yesus Kristus

Tahu seorang penyair angkatan ’45 bernama Chairil Anwar? Dulu sekali waktu masih muda (lebay) saya beberapa kali membacakan puisi-puisi beliau, diantaranya adalah “Aku”, “Kerawang-Bekasi”, “Pangeran Diponegoro”, “Binatang Jalang”, dan yang lainnya. Yang saya baru tahu adalah bahwa beliau juga menulis satu puisi dengan judul “Isa (kepada Nasrani sejati)”. Ini puisinya

ISA
kepada Nasrani sejati

Itu Tubuh
mengucur darah
mengucur darah

rubuh

patah

mendampar tanya: aku salah?

kulihat Tubuh mengucur darah
aku berkaca dalam darah
terbayang terang di mata masa
bertukar rupa ini segera

mengatup luka

aku bersuka

Itu Tubuh
mengucur darah
mengucur darah

Lihat bagaimana beliau menciptakan puisi ini. Setiap kali menggunakan kata Tubuh, Chairil Anwar selalu menggunakan huruf “T” besar sebagai bentuk pengagungan. Yang menarik lagi bagi saya adalah puisi ini memiliki sub-judul “kepada Nasrani sejati”. Jika saya boleh menafsirkan puisi ini, Chairil Anwar “berjumpa” dengan Yesus tidak secara langsung, tetapi beliau melihat Yesus dari hidup seorang Nasrani sejati. Pertanyaan saya kepada semua yang mengaku Nasrani — termasuk diri saya sendiri — saat orang melihat Anda, apakah mereka melihat Yesus?

Chairil Anwar jelas bukan seorang penyair Kristen, dan tidak ada seorang pun yang menyebut beliau sebagai orang Kristen. Tetapi, saat beliau menulis puisi ini, Chairil Anwar melompat — terbang — menembus batas-batas yang dibuat oleh manusia, termasuk dinding-dinding bernama agama. *(Mengapa sekarang gantian saya yang jadi puitis gini?)*

Saya pun ingin demikian. Saya tidak ingin dikenal sebagai orang Kristen, saya tidak ingin dikenal sebagai seorang pengkhotbah; saya ingin dikenal hanya sebagai manusia biasa yang pernah ada di bumi ini untuk menabur kebaikan dan kasih kepada semua orang. Saya ingin dikenal sebagai orang yang “menghancurkan” tembok-tembok fanatisme — termasuk agama saya sendiri — yang membelenggu pikiran kritis dan terbuka milik manusia.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

4 thoughts on “Ketika “sang binatang jalang” bersua dengan Tuhan Yesus Kristus

  1. Zahnimplantate

    Hello, i´m beginning with rss subscriptions. Now i can stay current with your site and especially the topic | eMWeBe[dot]Kom | Ketika “sang binatang jalang” bersua dengan Tuhan Yesus Kristus | now, really a nice feature. Thanks, Zahnimplantate

    Reply
  2. sulap

    satu topik pembahasan yang menarik. mengundang pertanyaan juga apa sebtulnya keyakinan yang dipegang sang penyair legendaris ini?salam magic 🙂

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.