Kebangunan rohani (1)

      No Comments on Kebangunan rohani (1)

Salah satu buku tentang doa yang paling memberkati saya adalah karangan Reuben Archer Torrey berjudul “How To Pray” yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1900. Wah, kuno sekali? Memang, ini termasuk buku klasik kekristenan. Dibandingkan buku-buku tentang doa masa kini yang lebih banyak mengajarkan pengejaran berkat jasmani, How To Pray-nya Torrey jelas lebih berbobot.

Tentu saja saya tidak bisa setuju dengan semua hal yang dituliskan Torrey di bukunya ini. Khususnya saat berkaitan dengan konteks masa kekristenan. Buku ini ditulis Torrey mengacu pada konteks awal abad XIX yang tentu saja ada yang tidak lagi sesuai dengan konteks kekristenan masa kini. Tetapi tentang prinsip-prinsil ilahi dan Alkitabiah, saya setuju dengan pendapat Torrey dalam buku ini.

Kalau mau membaca buku ini, How To Pray juga tersedia dalam format digital. Anda bisa mencari di internet dan banyak yang bisa diunduh secara gratis.

Dalam dua bab terakhir buku ini, Torrey secara khusus membahas tentang kebangunan rohani. Dalam bahasa keren sekarang seringkali disebut sebagai revival. Saya akan membagikan pendapat Torrey tentang hal ini.

Tentang kebangunan rohani yang terjadi di masa itu – dan yang juga terjadi di masa kini – Torrey menuliskan demikian.

We have religious excitements gotten up by the cunning methods and hypnotic influence of the mere professional evangelist; but these are not revivals and are not needed. They are the devil’s imitations of a revival.

Saya rasa Torrey tidak sekedar melihat di masa itu, sepertinya dia melihat melampaui masanya hingga kepada kekristenan di masa kini. Kini kekristenan dan gereja sedang berada dalam masa histeria, mengalami kegemparan dan kehebohan agamis yang dibangkitkan oleh metode-metode cerdik – kalau saya tidak boleh menerjemahkannya sebagai “licik” – dan pengaruh-pengaruh hipnotis dari mereka yang menyebut dirinya sebagai penginjil, hamba-hamba Tuhan. Torrey menyatakan bahwa itu bukanlah kebangunan rohani, dan yang semacam itu tidak dibutuhkan oleh gereja. Bahkan dia dengan tegas menyatakan bahwa itu hanyalah imitasi iblis atas kebangunan rohani yang sejati.

Kalau begitu, apa makna kebangunan rohani menurut Torrey? Dia menuliskan,

NEW LIFE FROM GOD – that is a revival.

Kebangunan rohani adalah kehidupan baru yang berasal dari TUHAN, itu kata Torrey. Kebangunan rohani adalah saat di mana kekristenan dan gereja berjalan dalam hidup yang baru di dalam Tuhan. Mengutip pernyataan Paulus, “yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”.[1] Adalah sebuah kepalsuan kalau kebangunan rohani malah membuat orang Kristen semakin dalam berkubang dalam lumpur dosa. Kebangunan rohani yang sejati seperti yang diucapkan Paulus selalu membuat orang Kristen berkata, “tidak pernah aku tidak taat”[2]

Torrey seperti sedang bertanya kepada gereja masa kini, jika kebangunan rohani hanya membuat kehebohan, dan tidak menciptakan manusia Kristen yang hidup baru dalam ketaatan kepada Bapa, darimanakah asal kebangunan rohani itu?NEW LIFE FROM GOD – that is a revival

Mengapa kita memerlukan kebangunan rohani – dalam hal ini kebangunan rohani yang benar – dan waspada terhadap siasat iblis di sini? Torrey mengungkapkan beberapa prinsip penting.

Pertama, lihat pengajaran dan khotbah-khotbah yang diperdengarkan kepada orang Kristen! Hampir tidak ada bedanya antara seorang pengkhotbah dengan seorang motivator. Mengejar berkat jasmani, mengejar kemakmuran, dan makin banyak persamaan-persamaan yang bisa kita temukan. Pengajaran kebenaran Firman Tuhan yang murni, digantikan dengan hal-hal yang enak didengar.

Kedua, lihat pelayanan sekarang ini. Banyak yang dibangun di atas uang dan manajemen. Apakah uang dan manajemen adalah hal yang salah di dalam membangun pelayanan? Ya, jika kita mulai mengabaikan hal yang lebih penting, BERDOA! Berapa banyak yang mengaku pelayan-pelayan Tuhan sesungguhnya bukanlah pendoa? Berapa banyak yang menyediakan waktu, bergumul dalam doa dalam waktu-waktu yang panjang? Saya tidak tahu berapa banyak yang melakukannya, tetapi saya tahu banyak yang tidak melakukannya.

Ketiga, perhatikan bagaimana kecintaan Gereja terhadap jiwa-jiwa? Lhoh bukankah semakin banyak jiwa-jiwa datang ke gereja? Bukankah pertumbuhan gereja di masa kini adalah yang terbesar sepanjang sejarah gereja? Maaf saja, gereja tidak cinta kepada jiwa-jiwa, mereka ber-NAFSU terhadap jiwa-jiwa. Mereka bernafsu menambahkan jiwa-jiwa ke dalam gereja, tetapi tidak ke dalam keluarga Kerajaan Allah. Nafsu gereja masa kini terhadap jiwa-jiwa, bukanlah sebagaimana cinta Tuhan Yesus kepada jiwa-jiwa saat Alkitab mencatat “tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala”.[3]. Rick Warren pernah mengatakan bahwa gereja sangat hapal dengan Yohanes 3:16, tetapi seringkali mengabaikan 1 Yohanes 3:16, “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita”.

Keempat, perhatikan bagaimana kondisi Gereja dan dunia sekarang ini. Dunia tidak lagi malu melakukan dosa. Gereja? Hampir tidak ada bedanya. Lihat saja kasus gereja-gereja akhir-akhir ini. Para hamba-hamba Tuhan saling melaporkan kepada polisi. Rebutan aset gereja adalah sebuah rahasia umum. Pendeta memakan uang jemaat bukanlah hal yang mengejutkan. Maka lihat juga jemaatnya, hari Minggu sih malu berbuat dosa, hari lainnya?

Amoralitas bukan lagi hanya milik dunia. Gereja yang seharusnya adalah garam dunia, malahan digarami oleh dunia. Mana yang lebih banyak, mereka yang tertarik oleh gereja atau mereka yang kecewa terhadap gereja?

Kalau ada yang mengatakan ada lebih banyak jiwa yang hadir di gereja, saya bertanya apakah itu karena gereja memenangkan mereka atau karena gereja memindahkan mereka? Baca tulisan saya tentang delusi pertumbuhan gereja. Maaf saya tidak punya datanya, tetapi saya menebak bahwa angka petobat baru – mereka yang sungguh-sungguh bertobat dan hidup dalam Kristus – sangatlah rendah. Benar bahwa banyak bermunculan megachurches, tetapi juga tidak boleh diabaikan bahwa banyak gereja yang gulung tikar. Gedung gereja dijual karena tidak ada lagi jemaatnya, dialihgunakan untuk fungsi lainnya, aset-aset pelayanan yang dijual, adalah bukti tidak terbantahkan. Pengecualian mungkin di area dengan penganiayaan terhadap gereja yang ekstrim. Di sana memang tercatat – beberada area – dengan banyaknya para petobat baru,

Ya, kita memerlukan kebangunan rohani. Kebangunan rohani yang sejati, yang membawa hidup baru dari TUHAN, yang membuat kita menghidupi kehidupan baru. Bukan kehebohan dan kegemparan kebangunan rohani yang sebenarnya hanyalah imitasi iblis belaka.

Referensi:

  • Torrey, R.A. 1900. How To Pray. MySword module, http://biblesupport.com/

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]2 Korintus 5:17
  2. [2]Kisah Para Arsul 5:17
  3. [3]Matius 9:36

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.