Delusi aktivitas rohani

      No Comments on Delusi aktivitas rohani

Hari Minggu, bisa tiga sampai empat kali kebaktian dan pelayanan. Dalam satu bulan hampir tidak ada hari tanpa pelayanan atau berkhotbah. Bagi saya, tidak ada namanya kekurangan kegiatan rohani. Saya rasa, juga banyak orang Kristen yang seperti saya.

Sayangnya, saya mengamati ada pendapat yang salah di antara orang Kristen. Dipikirnya semakin banyak kegiatan rohani yang diikuti, semakin rohani kehidupannya. Ini adalah sebuah pola pikir yang salah.

Banyak mengikuti kebaktian itu tidak salah. Juga bukan hal yang salah mengikuti pemahaman-pemahaman Alkitab. Pun adalah baik terlibat dalam pelayanan-pelayanan gerejawi. Tetapi adalah sebuah delusi jika disimpulkan bahwa semakin banyak mengikuti aktivitas rohani, makin rohani hidup kita.

Seandainya semudah itu. Sayangnya menjadi manusia rohani tidaklah semudah itu. Alkitab menggunakan kata-kata pertandingan, pergumulan, perjuangan untuk menunjukkan bahwa tidaklah mudah membangun diri menjadi manusia rohani.

Ingatlah akan masa yang lalu. Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak menderita oleh karena kamu bertahan dalam perjuangan yang berat, baik waktu kamu dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, maupun waktu kamu mengambil bagian dalam penderitaan mereka yang diperlakukan sedemikian. Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman dan ketika harta kamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya. Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. “Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.” Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.[1]

Menjadi manusia rohani bukan sekedar perjuangan, melainkan perjuangan yang berat. Alkitab menggunakan kata athlesis yang merujuk kepada pertandingan, perebutan, pertempuran, peperangan. Hal ini menunjukkan bahwa tidaklah mudah – semudah mengikuti kegiatan rohani – untuk menjadi manusia. Jangan sampai terjebak oleh delusi ini, berjuang keras untuk membangun manusia rohani.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Ibrani 10:32-39

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.