I am sick of your religion

      1 Comment on I am sick of your religion

Jangan salah, yang mengucapkan kalimat di atas bukan saya lho. TUHAN Allah sendiri yang menyatakan kalimat di atas. Mari baca sejenak apa yang disabdakan-Nya melalui Yesaya.

“Listen to my Message, you Sodom-schooled leaders. Receive God’s revelation, you Gomorrah-schooled people. “Why this frenzy of sacrifices?” God’s asking. “Don’t you think I’ve had my fill of burnt sacrifices, rams and plump grain-fed calves? Don’t you think I’ve had my fill of blood from bulls, lambs, and goats? When you come before me, whoever gave you the idea of acting like this, Running here and there, doing this and that – all this sheer commotion in the place provided for worship? “Quit your worship charades. I can’t stand your trivial religious games: Monthly conferences, weekly Sabbaths, special meetings – meetings, meetings, meetings – I can’t stand one more! Meetings for this, meetings for that. I hate them! You’ve worn me out! I’m sick of your religion, religion, religion, while you go right on sinning. When you put on your next prayer-performance, I’ll be looking the other way. No matter how long or loud or often you pray, I’ll not be listening. And do you know why? Because you’ve been tearing people to pieces, and your hands are bloody. Go home and wash up. Clean up your act. Sweep your lives clean of your evildoings so I don’t have to look at them any longer. Say no to wrong. Learn to do good. Work for justice. Help the down-and-out. Stand up for the homeless. Go to bat for the defenseless.[1]

Isaiah 1:14 (The Message)

Isaiah 1:14 (The Message)

Terjemahan The Message pada bagian Alkitab ini sangat sederhana sekaligus keras. Sila dibaca terjemahan lainnya, isinya tidak jauh berbeda, sebuah teguran keras akan ritual-ritual yang dilakukan oleh Israel. Kebaktian-kebaktian dan ibadah yang kosong belaka, yang membuat Allah muak. Sikap-sikap keagamaan yang dalam terjemahan bahasa Indonesia kita dikatakan membuat TUHAN jijik dan benci.

Saya rasa teguran ini tidak hanya diperuntukkan bagi bangsa Israel, tetapi juga bagi kita Gereja-Nya di masa kini. Sebuah peringatan keras untuk tidak hanya menggelar ritual keagamaan yang kosong tak bermakna. Ngeri benar murka Allah atas umat yang hanya melakukan ritual keberagamaan tanpa mencari apa yang dikehendaki dan berkenan di hati Allah.

Jika mau jujur, seberapa banyak gereja yang hanya menggelar kebaktian-kebaktian, menunjukkan ritual keberagamaan, tanpa mengajarkan pertobatan sejati kepada jemaatnya. Gereja-gereja semacam ini disamakan dengan manusia Sodom dan Gomora. Kita tahu pasti murka macam apa yang akhirnya menimpa Sodom dan Gomora.

Saya sudah berulang mengingatkan bahwa ibadah yang berkenan di hadapan Tuhan itu bukan sekedar ritual kebaktian – apapun namanya itu – yang kita kerjakan di gedung peribadahan. Tidak ada gunanya semua itu, jika saat keluar dari gedung Gereja hidup kita tidak menjadi ibadah yang sempurna di mata Allah.

Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. [2]

Itu kata Tuhan. Jangan bangga atas kebaktian, ibadah, ritual-ritual kekristenan yang kita kerjakan di dalam gedung gereja. Apakah itu adalah keharuman ataukah mendatangkan kejijikan bagi TUHAN? Saya senang dengan pernyataan sahabat saya ini, “Bukankah persembahan yang harum itu adalah kehidupan yang ‘dimatikan’ dan ‘dibakar’?” Berhenti ngaku-ngaku beribadah kalau mematikan kedaginganmu saja engkau tidak mau!

Perhatikan ayat 15!

When you put on your next prayer-performance, I’ll be looking the other way. No matter how long or loud or often you pray, I’ll not be listening.

Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah.[3]

No matter how much you pray, I won’t listen.[4]

Apabila kamu mengangkat tanganmu untuk berdoa, Aku tak mau memperhatikan. Tak perduli berapa banyak doamu, Aku tak mau mendengarkannya[5]

Ironi bukan? Kita berlelah beribadah, sibuk berpelayanan, tetapi TUHAN memalingkan muka-Nya, tidak peduli dengan kita. Lalu harus bagaimana?

Hentikan semua kejahatan yang kamu lakukan itu. Ya, jangan lagi berbuat jahat, belajarlah berbuat baik.[6]

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Isaiah 1:10-17 (The Message)
  2. [2]Yesaya 1:13
  3. [3]Terjemahan Bahasa Indonesia
  4. [4]Contemporary English Version
  5. [5]Bahasa Indonesia Sehari-hari
  6. [6]Yesaya 1:16-17 (Bahasa Indonesia Sehari-hari)

1 thought on “I am sick of your religion

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.