Berdoa untuk berkat dobel porsi, Alkitabiah ataukah keserakahan?

[id]Seminggu yang lalu dalam perjalanan pelayanan ke Semarang, dapat cerita ada orang Kristen yang dilarang oleh majelis gerejanya untuk berdoa meminta berkat dobel porsi. Alasan dari majelis itu adalah doa macam ini mengajarkan keserakahan semata.

Beberapa hari lalu, sahabat saya menuliskan ini di linimasanya:

Maka jadi kepikiran tentang apa sebenarnya berkat dobel porsi ini, karena sepanjang saya tahu kok belum pernah menemukan ayat tentang berkat dobel porsi ini. Maka prasangka awal saya adalah sebenarnya tidak ada ayat Alkitab yang menjelaskan tentang berkat dobel porsi ini.

Setelah beberapa hari mencari, rupanya Alkitab memang menyebutkan tentang dobel porsi ini. Tentu saja dalam Alkitab bahasa Inggris, bukan Alkitab bahasa Indonesia lho. Nah, mari belajar bersama tentang apa yang dimaksud Alkitab tentang dobel porsi itu.

Kebanyakan pengajar dan orang Kristen yang selalu menyebutkan kisah Elisa yang meminta berkat dobel porsi ukuran Elia. Sekali lagi ini penyalahgunaan Alkitab! Elisa tidak pernah meminta berkat dobel porsi. “… Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu”[1], itulah doa Elisa, sekali lagi, bukan berkat! Albert Banes menuliskan tafsiran yang indah tentang ayat ini:

Elisha asks for no worldly advantage, but for spiritual power to discharge his office aright

Banyak juga penafsir dan pengajar Alkitab yang menghubungkan dobel porsi dengan hak kesulungan. Sekali lagi saya tidak setuju dengan hal ini. Saya sudah menulis tentang hak kesulungan di sini, silakan dicermati. Warisan dobel porsi bagi anak sulung baru diatur setelah turunnya hukum Taurat[2]. Sementara konsep hak kesulungan itu sendiri sudah ada jauh masanya sebelum adanya hukum Taurat, dan maknanya jauh lebih dalam daripada sekedar warisan dobel porsi.

Selain dua perkara di atas, Alkitab juga menyebutkan tentang dobel porsi di bagian lain. Salah satunya dalam kisah cinta antara Hana dan Elkana – orang tua dari Samuel. Tidak semua versi Alkitab menuliskan hal ini, termasuk Bahasa Indonesia dan KJV, tetapi beberapa versi lainnya menuliskan tentang Elkana memberikan dobel porsi kepada Hana karena cintanya.[3] Pertanyaan saya, apakah Hana meminta dobel porsi itu dari suaminya? Atau apakah cinta dari Elkana yang membuatnya memberikan dobel porsi kepada Hana?

Elisha asks for no worldly advantage, but for spiritual power to discharge his office arightBerikutnya, Alkitab juga mencatat kalau Ayub menerima dobel porsi. “… TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.”[4] Pertanyaannya masih sama, apakah Ayub meminta dikembalikan dobel porsi dari segala kepunyaannya dahulu? Bukankah Ayub menerima dobel porsi karena dia telah membuktikan kalau kasihnya kepada TUHAN Allah, jauh melebihi cintanya kepada hartanya, cintanya kepada keluarganya, bahkan melampaui cintanya akan kenyamanan kehidupannya?

Ada juga pengkhotbah yang menggunakan pernyataan Yesaya ini, “Sebagai ganti bahwa kamu mendapat malu dua kali lipat, dan sebagai ganti noda dan ludah yang menjadi bagianmu, kamu akan mendapat warisan dua kali lipat di negerimu dan sukacita abadi akan menjadi kepunyaanmu.”[5] Saya sudah sering mengingatkan, jangan sembarangan memotong ayat! Lihat konteksnya, untuk siapa sebenarnya ayat itu. Yesaya 61 dan beberapa pasal sebelum dan sesudahnya adalah nubuatan – sebuah janji pengharapan – untuk bangsa Israel yang sedang dalam pembuangan. Apakah setelah mereka kembali ke tanah Israel, mereka menerima dobel porsi warisan? Ya! Apakah bertahan? Selama mereka tunduk dan taat kepada-Nya. Tetapi sejarah membuktikan Yerusalem kembali diratakan dengan tanah, bangsa Israel kembali dipencarkan ke seluruh penjuru bumi.

Bukankah Ayub menerima dobel porsi karena dia telah membuktikan kalau kasihnya kepada TUHAN Allah, jauh melebihi cintanya kepada hartanya, cintanya kepada keluarganya, bahkan melampaui cintanya akan kenyamanan kehidupannya?Lho, bukankah ayat ini juga merupakan surat apokaluptik? Benar, ketika umat Tuhan sedang dalam masa kesukaran, melalui hamba-hamba-Nya, muncul surat-surat apokaluptik macam ini. Kalau di Perjanjian Baru ya kitab Wahyu yang ditulis oleh Yohanes itu. Maka, nubuatan ini harus ditarik jauh ke masa depan di mana Kristus akan datang untuk kedua kalinya, membawa umat terpilih masuk ke dalam langit baru dan bumi baru, bukan di masa kini dan di bumi ini.

Oke, itu semua yang ditulis di Perjanjian Lama. Apakah Perjanjian Baru tidak menulis tentang dobel porsi? Ada sih, cuma akan sangat berbeda dengan dobel porsi yang selama ini didoakan itu. Sudah siap? Ini lho dobel porsi di Perjanjian Baru.

“Balaskanlah kepadanya, sama seperti dia juga membalaskan, dan berikanlah kepadanya dua kali lipat menurut pekerjaannya, campurkanlah baginya dua kali lipat di dalam cawan pencampurannya; berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan, sebanyak kemuliaan dan kemewahan, yang telah ia nikmati.”[6] Waduh, kok ngeri begitu. Maknanya apa? Silakan baca sendiri di pasal 18 kitab Wahyu.

Maka saya meninggalkan kepada Anda jawaban atas pertanyaan ini: meminta berkat dobel porsi, Alkitabiah ataukah karena keserakahan kita?[/id]

[en]A week ago on a mission trip to Semarang, I got a story from a friend that one of her church elder forbid the congegration for praying ask for double portion blessing. The reason was because those praying just teach about greedy.

Few days ago, my friend tweet this in his timeline:

As long as I know, I never found about this double portion blessing in the Bible. So, my first pre-assumption was there are no verse in the Bible that write about double portion blessing.

After searching for days, actually there are verses that note about double portion in the Bible. So, today we will learn about what the Bible says about double portion.

Almost all preacher and Bible teacher used the story of Elisha and Elijah. Once again, this is a misuse of the Bible. Elisha never asked for double portion blessing. “… let a double portion of your spirit be upon me”[7], that was Elisha’s prayer, not asking for blessing! Albert Banes wrote a beautiful commentary about this verse:

Elisha asks for no worldly advantage, but for spiritual power to discharge his office aright

Some preachers also connected double portion with the right of the firstborn. Once again I disagree with this. I’ve written about the right of the firstborn here, read it. Double portion heritage for firstborn had just written after the Moses Law[refDeuteronomy 21:17[/ref], while the right of the firstborn concept had been there long time before that, and has more deeper meaning than double portion heritage.

Elisha asks for no worldly advantage, but for spiritual power to discharge his office arightAnother story about double portion also can be found in the love story between Hannah and Elkanah – parents of Samuel the prophet. Not all Bible version note about this. “But to Hannah he gave one double portion, for he loved Hannah.”[8]. Did Hannah ask the double portion from her husband? Or did Elkanah’s love that made him give double portion to Hannah?

Next, we know that Job also received this double portion. “Also Jehovah added to Job all that had been his, to double.”[9] I have the same questions, did Job asked for this double portion? Did Job receive that because he has proved that his love to God bigger than his love to his belongings, to his family, and more over bigger than his life?

There are also this statement from Isaiah, “For your shame you will have double; and for disgrace they will rejoice in their portion; therefore in their own land they will possess double; everlasting joy will be theirs.”[10] I have often warned you, never carelessly cut a verse! Look at the context, Isaiah wrote that as a prophecy for the Israel. Promises are here made to the Jews returned out of captivity.

New Testament also write about double portion, but in the opposite meaning. Are you ready for this? “Reward her as she has rewarded you, and double to her double, according to her works. In the cup which she mixed, mix double to her. As much as she has glorified herself and has lived in luxury, so much torment and sorrow give her.[11]

So, I leave the answer of this question to you: praying for a double portion blessing, is it right or just our greedy?[/en]

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]2 Raja-raja 2:9
  2. [2]Ulangan 21:17
  3. [3]1 Samuel 1:5
  4. [4]Ayub 42:10
  5. [5]Yesaya 61:7
  6. [6]Wahyu 18:6-7
  7. [7]2 Kings 2:9
  8. [8]1 Samuel 1:5
  9. [9]Job 42:10
  10. [10]Isaiah 61:7
  11. [11]Revelation 18:6-7

1 thought on “Berdoa untuk berkat dobel porsi, Alkitabiah ataukah keserakahan?

  1. Pingback: Elisa: urapan berganda | Martianus' Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.