Berkenalan dengan HIV/AIDS melalui @ODHAberhaksehat

Aids_ribbon

Saya bukan seorang aktivis AIDS, juga belum pernah bersentuhan langsung dengan ODHA (orang dengan HIV AIDS). Selama ini pengetahuan saya tentang HIV/AIDS hanya sebatas yang saya dapat selama di bangku sekolah, dan sebatas informasi yang saya dengar setengah-setengah.

Pengenalan saya akan HIV/AIDS berubah setelah mengenal akun @ODHAberhaksehat via Twitter. Dari sana saya banyak belajar hal baru tentang HIV/AIDS, juga menjadi tahu apa yang selama ini saya dengar hanyalah rumor tidak benar. Artikel pertama yang saya baca lewat @ODHAberhaksehat adalah tentang ESSE.

Akun @ODHAberhaksehat dengan banyak artikel yang mereka tulis, membawa saya kepada pemahaman baru tentang HIV/AIDS. Ada satu penyesalan atas apa yang pernah saya katakan tentang para ODHA, setelah saya banyak membaca tentang HIV/AIDS.

Dalam beberapa kali berkhotbah, baik di gereja atau di persekutuan lainnya, saya pernah harus menyinggung tentang penyakit kusta. Saat berkhotbah tentang penyakit kusta ini, saya sering menyamakannya dengan HIV/AIDS di zaman sekarang. Apakah hal ini salah? Saya akan mengungkapkan mengapa hal ini membuat saya menyesal.

Di zaman Alkitab, penyakit kusta itu dianggap sebagai kutukan dari Tuhan. Sepanjang Alkitab menulis, kebanyakan penderita kusta adalah mereka yang telah berdosa dan melakukan kesalahan kepada Allah, dan karenanya layak dihukum. Di masa itu satu-satunya kesembuhan dari kusta adalah melalui mujizat.

Kalau dulu saya menyamakan penderita kusta dengan penderita HIV/AIDS, sama artinya saya menghakimi ODHA ini dengan mengatakan bahwa penyakit mereka adalah karena kesalahan mereka sendiri yang menyebabkan mereka dikutuk oleh Allah. Sebuah paradigma yang benar-benar sesat. Maka, saya katakan kalau saya menyesal dengan pemikiran dan perkataan saya itu.

Di hari ini, 1 Desember memperingati Hari AIDS sedunia, saya memberikan secuil dorongan semangat kepada para aktivis AIDS, termasuk akun @ODHAberhaksehat. Apa yang mereka tuliskan dan kerjakan, kalaupun tidak mengubah paradigma banyak orang, paling tidak paradigma orang yang menulis ini sudah diubahkan.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

2 thoughts on “Berkenalan dengan HIV/AIDS melalui @ODHAberhaksehat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.