Sanggahan juru bicara Korea Utara

OWTTahu to kalau di tahun 2015 ini Korea Utara masih bertengger di puncak sebagai negara di mana kekristenan dan Gereja mengalami aniaya. OpenDoors menggolongkan negara ini dalam kelompok extreme persecution.

Beberapa hari yang lalu, Joel Forster yang merupakan editor dari Evangelical Focus berbincang melalui Twitter dengan juru bicara Korea Utara, Alejandro Cao. Ketika Forster bertanya tentang aniaya yang dialami oleh orang Kristen di Korea Utara, Alejandro menjawab:

Itu sama sekali tidak benar. Masalah sebenarnya adalah di dunia ini ada orang-orang seperti Anda (Joel Forster) yang menganggap dirinya sebagai wakil Tuhan, atau bahkan sebagai Tuhan sendiri.

Dalam rangkaian perbincangan itu, beberapa tweet dari Alejandro Cao, cenderung menyerang gereja.

Anda bukanlah orang beragama, Anda hanya antek Amerika Serikat.

Anda mengambil keuntungan dari para pecandu dan tuna wisma, mengubah mereka menjadi penginjil dengan upah sepiring makanan.

Ketika Forster bertanya tentang keberadaan Tuhan, Alejandro Cao menjawab:

Dia (TUHAN) sepertinya akan datang terlambat. Kami sudah kokoh berdiri lebih dari 70 tahun, dan kami akan tetap ada bertahun-tahun lagi.

Selain OpenDoors dan banyak organisasi gereja yang mengecam perlakuan Korea Utara terhadap orang Kristen di sana, PBB sendiri dan beberapa organisasi kemanusiaan internasional sudah mengeluarkan laporan tentang kejahatan kemanusiaan yang terjadi di negara ini.

Mari berdoa:

  • Ada sekitar 50-70 ribu orang Kristen yang ditahan di kamp kerja paksa. Berdoa supaya iman mereka tetap teguh dalam kondisi yang begitu berat.
  • Hampir seluruh populasi mengalami kelaparan, tidak ada cukup makanan, dan terpaksa melarikan diri ke China. Berdoa supaya Korea Utara membuka pintu lebih lebar bagi bantuan kemanusiaan.
  • Ada puluhan ribu orang Kristen Korea Utara yang menyembunyikan iman mereka. Berdoa agar mereka bisa terhubung dengan orang-orang Kristen yang lain untuk membangun iman mereka.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.