Natal bagi orang Kristen asal Korea Utara

Natal adalah hari yang khusus di mana ita biasanya bisa merenungkan makan kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus. Tetapi di Korea Utara, Natal tidak dikenal, demikian juga dengan nama Yesus. Hanya ada sedikit — sangat sedikit — orang yang pernah mendengar tetang Yesus, bahkan lebih sedikit lagi yang menjadi Kristen.

Satu-satunya tuhan di sana adalah Kim Il Sung dan Kim Jong Il. Masyarakat harus menghormati mereka dan membungkuk di depan foto mereka. Natal tidak terjadi di Korea Utara … ataukah ada yang merayakannya di sana? Kisah berikut ini berdasarkan kisah nyata dari orang-orang Korea Utara dan kondisi mereka di China.

Pil-Soo mengangkat teleponnya berniat untuk menelpon keluarganya di Korea Utara, tetapi kemudian dia mengurungkan niatnya. Menelpon ke Korea Utara bisa jadi sangat berbahaya, karena itu biasanya keluarganya di Korea Utara yang menghubunginya. Waktu itu adalah pagi di hari Natal dan Pil-Soo sedang membaca Alkitabnya sembari sarapan mie yang sudah dingin. Dia sedang membaca kitab Matius di bagian pembunuhan bayi-bayi di Betlehem dan dia mengenang gambaran jenazah anak-anak di kampung halamannya di Korea Utara; anak-anak  yang meninggal karena kekurangan gizi dan penyakit. Kemudian di berjalan menuju gereja, dan menyapa jemaat yang lain dengan sopan “Annyung-hae-seo” *) dan kemudian duduk sendirian di belakang. Saat Pastor Choi masuk, dia menganggukkan kepala kepada sesama teman Korea Utaranya itu. Selain Choi, tidak ada seorang pun di gereja itu yang mengetahui latar belakang Pil-Soo. Sembari duduk di bangku gereja itu, Pil-Soo merindukan hari di mana ayah dan ibunya yang sudah tua dapat bergabung dengannya di sini. Tahun depan mungkin?

Setelah ibadah, Pil-Soo dengan segera keluar dan tidak ikut dalam acara makan bersama. Meskipun dia sangat dikasihi oleh jemaat lainnya, Pil-Soo tidak bisa secara terbuka bercerita tentang masa lalunya. Karena kontak sosial bisa sangat beresiko, dia akan menghabiskan hari Natalnya sendirian, berharap orang tuanya di Korea Utara akan menelponnya.

Eun-Yeong sekarang hidup di penjara Korea Utara. Dia juga mengalami perjumpaan dengan Sang Juruselamat, di China, itu sebelum dia dideportasi kembali ke Korea Utara. Bagi Eun-Yeong merayakan hari Natal di sel penjaranya adalah hal yang sangat pribadi. Dia mengenang dalam doa yang sunyi, makam dari suami pertamanya; penculikannya oleh perdagangan manusia, pernikahan paksa dengan seorang alkoholik dari China, melahirkan 3 anak, kecelakaan yang menenggelamkan anaknya yang berusia 12 tahun, hingga penangkapannya. Dia memejamkan matanya dan berusakan untuk lebih mengingat kenangan-kenangan manis, seperti saat untuk pertama kalinya dia mengerti Alkitab, dan saat pertobatannya dengan anak-anaknya. Eun-Yoeng tahu bahwa sekali waktu kelak mereka akan bertemu di sorga, duduk bersama di satu meja.

Pagi itu, dia mempersembahkan seluruh kenangan dan hidupnya kepada Yesus yang telah menopangnya dalam segala macam permasalahan yang dia hadapi. Waktu-waktu di antara saat dia bangun dan saat dia beranjak dari tempat tidurnya di sel penjaranya adalah waktu dia bersama dengan Yesus yang telah menyelamatkan dunia dan yang akan selalu menghapus air matanya.

Korea Utara berada pada peringkat pertama di Open Doors World Watch List di mana kekristenan dianiaya dengan begitu luar biasa. Jika seseorang diketahui beriman kepada Kristus, maka dia dan seluruh keluarganya akan dipenjara, atau bahkan di hukum mati. Orang Kristen harus menyembunyikan iman mereka, bahkan terhadap anak-anak mereka sampai mereka cukup dewasa untuk mengetahui harga dari iman mereka. Memiliki Alkitab bisa menyebabkan seseorang dibunuh atau dikirim ke kamp kerja paksa. Di tahun 2010, ratusan orang Kristen ditangkap. Beberapa dihukum mati, yang lainnya dikirim ke kamp kerja paksa. Meskipun demikian, gereja terus bertumbuh di sana. Diperkirakan ada 400 ribu orang percaya di Korea Utara pada akhir 2010.

BAPA, kami berdoa bagi Eun-Yeong dan Pil-Soo dan orang Korea Utara lainnya yang sudah berjumpa dengan Engaku di China. Kami berdoa untuk perlindungan ilahi atas mereka, seperti Eun-Yeong yang sekarang berada di penjara Korea Utara. Kiranya Engkau sendiri yang menjadi Penghibur dan Penopang. Dan kami berdoa untuk semua rakyat Korea Utara yang sedang menderita akibat bencana kelaparan dan cuaca dingin. Biarlah cahaya terang kasih Kristus menyala di negara ini. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Diterjemahkan dari http://www.opendoorsusa.org/

*)  Annyung-hae-seo = sebuah salam umum dalam bahasa Korea, kira-kira sama artinya dengan kata “halo”.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.