Masa depan kekristenan di Korea Utara

Hari Minggu pekan lalu, telah diumumkan meninggalnya pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Il, pada usia 69 tahun. Kantor berita Korea Utara memberitakan bahwa Kim Jong-Il meninggal akibat kelelahan karena “bekerja terlalu keras untuk melayani masyarakat Korea Utara”. Menurut sumber Open Doors, Korea Utara langsung menutup perbatasan dan semua black market yang biasanya dibiarkan. Agen rahasia dan polisi terlihat di setiap jalan dan gang-gang, sementara  suara tangisan dan ratapan terdengar di penjuru negeri.

“Hari ini sangat penting dalam sejarah Korea Utara”, kata CEO Open Doors USA, Dr. Carl Moeller. “Meskipun diktator yang terkenal kejam, dan bertanggung jawab terhadap  berbagai macam kekejaman ini sudah meninggal, masa depan masih belum pasti. Ada spekulasi bahwa penerusnya, Kim Jon-Un akan meneruskan kebijakan Kim Jong-Il yang keras. Sementara ada juga yang berpikir bahwa Kim Jong-Un akan lebih melunak. Kita sama sekali tidak tahu masa depan Korea Utara, tetapi TUHAN tahu. Itulah sebabnya sangat penting bagi orang Kristen di seluruh dunia berdoa bagi Korea Utara selama masa transisi ini.”

Simon, kontak utama Open Doors bagi orang Kristen di Korea Utara mengatakan, “Sepertinya tidak akan ada perubahan kebijakan. Kenyataannya, sejak Kim Jong-Un berada di dalam kekuasaan, Korea Utara semakin berani beroperasi untuk mengungkap adanya kegiatan-kegiatan keagamaan. Semakin sering diadakan razia ke rumah-rumah, semakin banyak mata-mata yang dilatih untuk menyusup ke jaringan agama dan hak asasi, dan satu orang Kristen dari Korea Selatan dibunuh di China karena menolong para pelarian dari Korea Utara. Orang-orang Kristen di Korea Utara sangat tahu kekuasaan yang dimiliki Kim Jong-Un. Dia akan melakukan apapun untuk mempertahankan kekuasaannya.”

Simon juga menambahkan, “Korea Utara adalah negara komunis pertama yang mengembangkan sistem dinasti. Pemerintahan sudah diturunkan selama tiga generasi, tetapi tidak ada perubahan dari pemerintahan sebelumnya. Kim Il-Sung mendapat dukungan dari semua blok komunis. Kim Jong-Il telah dipersiapkan untuk memerintah 20 tahun sebelum dia memegang kekuasaan. Kim Jong-Un baru saja diperkenalkan sebagai sebagai calon pemimpin pada Oktober 2010 dalam Konggres Partai Buruh (Worker’s Party Congress). Masih begitu muda dan belum berpengalaman. Mungkin akan ada perebutan kekuasaan yang tidak bisa dimenangkannya. Tetapi kekuasaan dinasti Kim selama ini sanggup menekan semua kekuatan oposisi selama 6 dekade terakhir. Sesuatu yang sangat luar biasa yang memang dibutuhkan oleh sebuah rezim.”

Selama 9 tahun terakhir, Korea Utara menduduki posisi pertama di Open Doors World Watch List. Daftar ini merangking 50 negara di mana kekristenan mengalami aniaya terburuk. World Watch List 2012 akan dirilis pada 4 Januari nanti, dan mungkin masih Korea Utara di posisi puncak.

Walaupun dengan begitu banyak kesukaran di negara tertutup ini, Open Doors secara rahasia sudah melatih 4.000 orang Kristen dan memberikan bantuan (makanan, pakaian, dan kebutuhan lainnya) kepada 56.000 orang Kristen Korea Utara selama 2011. Open Doors sudah mendistribusikan lebih dari 30.000 Alkitab, literatur, dan bahan-bahan lainnya di Korea Utara. Selain itu, Open Doors juga sudah membentuk jaringan untuk menolong pelarian dari Korea Utara sepanjang wilayah perbatasan dengan China.

Dengan kondisi terakhir ini, diharapkan kekuatan doa seluruh gereja di muka bumi dalam kesatuan bagi Korea Utara. Masa depan gereja di Korea Utara memang belum pasti, dan hanya Tuhan yang tahu. Karena hanya DIA yang tahu apa yang akan terjadi berikutnya, yang bisa kita kerjakan adalah menemui-Nya di dalam doa.

Berdoalah untuk:

  • Pemimpin baru, Kim Jung-Un. Supaya dia memiliki hati yang berbelas kasihan dan mengakhiri pemerintahan diktator yang tidak manusiawi ini.
  • Orang-orang di dalam pemerintahan yang secara rahasia sudah menjadi Kristen, supaya mereka bisa memberikan pengaruh bagi kebijakan-kebijakan pemerintahan.
  • 50.000-70.000 orang Kristen di kamp penjara Korea Utara karena iman mereka; supaya mereka mendapat kesempatan membawa orang lain kepada Kristus.
  • Kesempatan yang lebih untuk membagikan Injil Kristus di Korea Utara.
  • Bagi orang-orang Kristen di Korea Utara; supaya mereka mendapat kekuatan untuk menghadapi aniaya.
  • Supaya Natal memberi perubahan bagi orang-orang Kristen di Korea Utara.
  • Para pelarian yang berhasil sampai ke China dan menjadi orang percaya. Berdoa supaya mereka diberi kekuatan kembali ke Korea Utara untuk membagikan kebenaran dan harapan di dalam Kristus Yesus.
  • Bagi bencana kelaparan yang sedang melanda di Korea Utara; supaya pemerintah terbuka untuk menerima bantuan dari negara lain.
  • Supaya anak-anak yang tidak punya tempat berteduh mendapat perlindungan di rumah-rumah orang percaya di sana.

Diterjemahkan dari http://opendoorsusa.org/

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.