Tenteram dalam Tuhan — kisah dari Rumania

Extreme Devotion -- the Voice of the Martyrs

Extreme Devotion — the Voice of the Martyrs

Pendeta itu, istrinya, dan enam anak-anak mereka yang masih kecil baru saja membaca Mazmur 23 sebelum sarapan. Tiba-tiba, polisi menyerbu masuk, menggeledah rumah mereka dan menahan pendeta itu.

Polisi itu bertanya kepadanya, “Apakah ada yang hendak kau katakan kepada keluargamu?” (sebelum mereka membawanya ke penjara). Pendeta itu berkata kepadanya, “Kalian adalah jawaban dari doa kami hari ini. Kami baru saja membaca Mazmur 23 yang mengatakan bahwa Tuhan menyediakan hidangan bagi kami di hadapan lawan. Kami punya hidangan tetapi tidak ada musuh. Sekarang kalian sudah datang. Jika ada yang kalian suka, kami senang berbagi dengan kalian. Kalian diutus ke sini oleh Tuhan.”

“Dasar bodoh. Kami akan membawa engkau ke penjara, dan engkau akan mati di sana. Engkau tidak akan melihat anak-anakmu lagi.” Pendeta itu melanjutkan, “Kami juga membaca “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya.”

Polisi itu berteriak, “Omong kosong, semua orang takut mati. Aku tahu, aku sering melihat wajah ketakutan mereka.”

“Lembah kekelaman tidak menakutkan kami. Engkau dapat membunuh atau melemparkan kami ke dalam penjara, tetapi tidak ada hal yang buruk akan terjadi pada kami. Kami ada di dalam Kristus, dan jikalau kami harus mati, Dia membawa kami pulang ke Rumah-Nya.”

Diterjemahkan dari “Extreme Devotion”

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.