Kemarin membaca Instagram-nya GKI Depok, dan mereka punya program doa puasa pra-paskah 2026 ini yang menurut saya bagus banget. Mereka bikin jadwal harian doa puasa bagi jemaat. Lalu saya terpikir untuk membuat ajakan ini.
Begini, saya baru sadar dengan pertanyaan banyak teman-teman Kristen setiap kali berbicara tentang doa puasa. “Orang Kristen itu seharusnya berpuasa seperti apa ya?”. Jawaban saya selalu, ya tidak ada seharusnya, karena memang tidak ada keharusan bagi orang Kristen untuk berpuasa. Ya bebas-bebas saja. Baru tersadar bahwa ini jawaban yang kurang pas. Lebih tepatnya mungkin tidak memuaskan.

Banyak teman-teman yang menginginkan tuntunan dalam berpuasa, tetapi gereja (Kristen) cenderung tidak memberikan tuntunan yang memadai. Jawaban gereja biasanya adalah seperti jawaban saya di atas. Ya bebas, silakan memilih sendiri, tidak ada ikatan dan kewajiban. Semacam itulah.
Berbeda dengan teman-teman muslim yang sejak kecil sudah diberitahu tatanan puasa itu seperti apa, atau teman-teman dari gereja Katolik yang mewajibkan hari-hari khusus untuk berpuasa, mayoritas orang Kristen tidak memiliki pengetahuan semacam itu. Sekolah Minggu mana yang mengajarkan puasa untuk anak-anak? Bahkan mungkin banyak orang Kristen yang ketika sudah dewasa baru bertanya, “Lhoh, orang Kristen juga berpuasa to?”.
Maka, mumpung ada momentum masa pra-paskah ini, saya mengajak teman-teman untuk bersama dengan saya berdoa puasa. Mengapa harus masa pra-paskah, mengapa tidak di hari lain? Sekali lagi, bebas kok mau berdoa puasa kapan saja. Ini kebetulan mendekati masa pra-paskah saja. Dalam tradisi gereja perdana, mereka berpuasa dari hari Rabu Abu sampai dengan Paskah. Lhoh, jadi ini hanya tradisi gereja saja to? Di alkitab apakah ada?
Ya jelas ada. Kita tahu persis kalau Tuhan Yesus berpuasa 40 hari 40 malam sebelum memulai pelayanan-Nya.
Paulus (yang masih bernama Saulus) berpuasa selama 3 hari setelah perjumpaan-Nya dengan Kristus di jalan ke Damsik. Dia tidak makan dan tidak minum, dan juga tidak melihat.
Sejak saat itu, tiga hari lamanya Saulus tidak bisa melihat. Dia juga tidak makan dan minum.[1]
Jemaat gereja perdana berdoa dan berpuasa sebelum mengutus Barnabas dan Saulus dalam pelayanan.
Waktu mereka sedang mengikuti pertemuan jemaat untuk memuji TUHAN dan berpuasa, Roh Kudus berkata kepada mereka, “Tugaskan Barnabas dan Saulus untuk melakukan pekerjaan yang sudah Aku siapkan bagi mereka.” Maka mereka berpuasa dan berdoa lagi. Sesudah itu mereka meletakkan tangan pada Barnabas dan Saulus sebagai tanda bahwa jemaat mengutus mereka untuk melakukan pekerjaan TUHAN.[2]
Nah, di tahun 2026 ini doa puasa pra-paskah dilakukan dari tanggal 18 Februari-5 April 2026. Nah, kalau besok sidang isbat penentuan awal Ramadhan memutuskan puasa dimulai tanggal 18 Februari, rasanya akan asik. Muhammadiyah, NU, umat Katolik, dan umat Kristen akan mulai berpuasa bersama-sama.
Eh, tunggu dulu, dari 18 Februari- 5 April 2026 itu bukannya lebih dari 40 hari ya. Begini, dalam tradisi gereja, hari Minggu kita tidak berpuasa, maka jumlahnya menjadi lengkap 40 hari doa puasa. Bagaimana, masih berminat bergabung dengan saya? Lanjut ya.
Nah, untuk tahun ini saya mengadopsi dari GKJ dan GKI Depok ya, ada sedikit modifikasi sih. Tetapi, sebelum ke sana, saya ingin menekankan bahwa puasa yang kita kerjakan ini bukan supaya doa kita dijawab atau dikabulkan, pun bukan untuk keinginan-keinginan kita pribadi. Lhoh bukannya Alkitab membolehkan kita berpuasa supaya ada doa-doa khusus dikabulkan? Benar, tetapi bukan itu yang akan kita lakukan sekarang. Setuju ya?
Selama ini saya pernah berpuasa 3 hari 3 malam, tanpa makan dan minum. Pernah juga berpuasa hanya makan sekali dalam 24 jam (selama 40 hari), tetapi tetap minum (hanya air putih), dan pantangan-pantangan lainnya, tetapi bukan semacam itu yang akan kita lakukan sekarang.
Doa puasa kita di masa pra-Paskah 2026 ini akan berada di bawah tema “Pertobatan Ekologis”. Kita akan melakukan 4 macam puasa.
Kaitannya dengan sisi alkitabiah dari doa dan puasa, akan kita perbincangkan selama 40 hari ini ya, eksklusif pastinya.
- Puasa makan: membatasi pola makan, lebih sederhana, untuk melatih rasa cukup dan belajar bersyukur.
- Puasa digital: mengurangi penggunaan gawai dan media sosial, supaya ada ruang lebih untuk waktu doa dan membangun hubungan dengan sesama.
- Puasa kenyamanan: menahan diri dari rasa nyaman, menunda sesuatu yang tidak diperlukan/dibutuhkan, supaya kita bisa melatih kepekaan dan empati sosial.
- Puasa ekologis: mengubah kebiasaan sehari-hari menjadi lebih ramah lingkungan.
Saya menata agenda doa puasa harian ini supaya terukur, praktis, pastinya bisa kita kerjakan, dan bermakna. Bukan hanya melahirkan rasa lapar dan haus. Ini beberapa contohnya:
Hari Rabu, 18 Februari 2026: Makan berat hanya 2 kali dengan menu sayur dan karbo (tanpa lauk), serta air minum tanpa rasa.
Hari Kamis, 19 Februari 2026: Kalau Anda punya ruangan tersendiri di tempat kerja, set AC di suhu 28 0C dari jam 11:00 hingga 15:00. Atau matikan kipas angin di meja Anda, pada rentang waktu yang sama. Atau ketika di rumah dan/atau di kamar, matikan AC selama 4 jam.
Hari Jumat, 20 Februari 2026: Tidak mengakses media sosial (Twitter/X, Facebook, Instagram, Youtube, dll), termasuk aplikasi menonton video Drakor/Dracin dari jam 09:00-13:00,
Kurang lebihnya begitu teman-teman. Pastinya akan saya sisipkan pokok doa dan bacaan Alkitab setiap harinya. Informasi ini juga akan saya bagikan di media sosial saya, hanya untuk agenda di pekan pertama ya. Untuk pekan kedua dan seterusnya, agenda doa puasa hanya akan saya bagikan kepada teman-teman yang benar-benar berkomitmen untuk menjalani doa puasa 40 hari ini bersama dengan saya.
Karena itu, bagi teman-teman yang serius, hubungi saya ya, supaya saya bisa mengirimkan agenda setiap hari Sabtu. Boleh lewa saluran apapun, email, media sosial, atau aplikasi chatting.
=======<0>=======
Jika tulisan saya berguna untuk Anda, bolehlah sedikit saweran untuk menyemangati saya berkarya.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
