Elihu: Allah tidak berlaku curang

Kadangkala saya memainkan aplikasi “game” baik di komputer maupun di smartphone untuk sekedar menyegarkan pikiran. Aplikasi permainan satu dekade terakhir ini mengalami kemajuan yang luar biasa hingga menciptakan permainan-permainan yang kompleks dan membuat ketagihan. Nah, ketika mulai kesulitan menyelesaikan tantangan game, para gamer yang kebanyakan juga maniak komputer mulai mencari apa yang disebut dengan “cheat”.

Dengan cheat ini, pemain game bisa mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam mengumpulkan beberapa sumber daya game. Sumber daya dalam game bisa bermacam-macam tergantung jenis permainannya. Bisa berupa uang, infrastruktur, amunisi, teknologi, dan lain-lain. Pada akhirnya pemain game bisa mencapai status yang diinginkannya dan lebih mudah memenangkan permainan.

Oleh sebab itu, kamu orang-orang yang berakal budi, dengarkanlah aku: Jauhlah dari pada Allah untuk melakukan kefasikan, dan dari pada Yang Mahakuasa untuk berbuat curang. Malah Ia mengganjar manusia sesuai perbuatannya, dan membuat setiap orang mengalami sesuai kelakuannya. Sungguh, Allah tidak berlaku curang, Yang Mahakuasa tidak membengkokkan keadilan. [1]

Saya rasa ketika manusia secara umum berbuat curang, tujuannya adalah untuk mendapatkan sesuatu dan untuk mencapai sesuatu. Nah, kalau kita menuduh Allah berbuat curang, apa dasarnya coba? Apakah Tuhan ingin mendapatkan sesuatu, lha wong Dia itu pencipta alam semesta ini dengan segala isinya. Dia TUHAN yang Mahakaya di atas segala kekayaan. Kalau Tuhan mau mencapai sesuatu, apalagi coba? Apakah Yesus membutuhkan pengakuan? Kalaupun ada satu bangsa yang mengatakan bahwa Yesus bukanlah Tuhan, itu tidak akan mengubah fakta bahwa Yesus adalah Tuhan.

Maka tidak heran kemudian Elihu menuliskan pernyataan berikut:

Siapa mempercayakan bumi kepada-Nya? Siapa membebankan alam semesta kepada-Nya? Jikalau Ia menarik kembali Roh-Nya, dan mengembalikan nafas-Nya pada-Nya, maka binasalah bersama-sama segala yang hidup, dan kembalilah manusia kepada debu.[2]

Sering sih mendengar khotbah-khotbah yang menyatakan kalau TUHAN menuntut sebagian kecil uang kita, itu haknya TUHAN. Supaya diberkati, kita harus mau menabur. Berkorbanlah maka Tuhan membalasnya berlipat kali ganda. Kok seakan-akan Tuhan berlaku curang ya? Bukan TUHAN yang curang, itu gampangnya kita saja ditipu oleh mereka yang culas dengan membawa-bawa nama Tuhan.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Ayub 34:10-12
  2. [2]Ayub 34:13-15

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.