Menggugat penjajahan gereja atas para isteri: Benarkah isteri harus tunduk kepada suami?

Glasses on Open Bible ca. 2001Saya rasa sering sekali pernyataan ini keluar dari mulut para pengkhotbah, “Isteri harus tunduk kepada suami, ini perintah Alkitab”. Bahkan seringkali ditambahi kalau istrei tidak tunduk kepada suami itu artinya sama dengan tidak tunduk kepada Tuhan. Apakah memang benar demikian? Apakah hanya dengan dasar satu ayat bisa dibuat pengajaran seperti ini?

Sebagai seorang laki-laki, saya senang-senang saja kalau isteri tunduk kepada suami, tetapi apakah benar demikian kata Alkitab. Baca dulu selengkapnya ya.

Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuh-Nya. Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya. [1]

Seringkali khotbah kepada para istri berhenti di ayat 22. Padahal di ayat 22-31, rasul Paulus tidak sedang berbicara tentang hubungan suami dengan istri. Perhatikan saja ayat 32, “Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.” Nah, perikop ini sebenarnya sedang dimaksudkan untuk mengajar kita tentang hubungan Kristus dan jemaat. Sekali waktu akan saya tulis secara khusus.

Lalu perintah apa yang benar untuk para isteri? Tunggu, yang pertama adalah untuk suami terlebih dahulu, baru kemudian untuk para isteri. Ayat 33 jawabannya, “[suami] kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya”.

Sekali lagi, di sini saya tunjukkan bagaimana salah kaprahnya dan ngawurnya serta sembrononya pengajaran yang hanya berdasar pada satu ayat yang dipenggal seenaknya.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Efesus 5:22-33

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.