Mengapa merokok haram bagi saya?

Ini sekedar tulisan ringan saja, mengingat sudah seminggu saya tidak update isi blog ini karena kesibukan. Mau ditanggapi serius silakan, mau dianggap santai ya silakan.

Seringkali saya diminta berkhotbah tentang dosanya merokok, terutama saat berkhotbah di kalangan remaja dan pemuda. Saya dengan jujur akan menyatakan bahwa saya belum menemukan ayat Alkitab yang berbicara tegas tentang hal merokok. Tetapi beberapa hari yang lalu, saya seperti ditarik oleh ayat yang satu ini.

Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.[1]

Kalau Anda tidak setuju dengan tafsiran saya, ya silakan, lha wong tafsiran ini juga tidak berdasarkan prinsip-prinsip penafsiran yang benar kok. Begini, mengapa bagi saya merokok itu haram. Berdasarkan ayat itu, kalau saya menghisap rokok, maka itu tidak haram. Yang menjadikannya haram adalah asap yang saya hembuskan keluar itu lho. Jadi kalau saya bisa merokok tanpa menghembuskan asap, itu tidak haram 🙂 Gampang toh logika saya.

Tetapi saya selalu menyatakan begini, sekalipun saya mengajarkan bahwa merokok itu haram, dan bagi saya merokok itu berdosa, saya tidak pernah menyatakan bahwa orang lain yang merokok itu adalah haram dan pendosa. Saya tidak boleh menunjukkan jari saya kepada seseorang dan menyatakan bahwa dia berdosa, haram, dan najis hanya karena dia merokok.

Sedikit saya tambahkan ya, beberapa kali saya ditanya apakah Alkitab menyebutkan makanan-makanan yang haram? Ada beberapa gereja yang mengajarkan hal ini secara spesifik. Tetapi saya senang menjawab seperti ini, “semua makanan dan minuman yang kita konsumsi yang membuat usia kita lebih pendek dari yang seharusnya, itulah yang haram“.

Bagi anak-anak dalam pertumbuhan, makanan seperti hati, lemak, usus, dan jeroan lainnya mungkin masih dibutuhkan. Tetapi bagi yang sudah berusia “lebih senior” :), mestinya ini sudah jadi makanan yang haram kan? Bisa memahami pemikiran saya kan. Jangan salah paham dengan pernyataan saya ini; salah benarnya, dosa tidaknya hidup kita tidak sekedar dibatasi oleh ayat-ayat Alkitab kan? Ingat bahwa saat Tuhan menciptakan saya dan Anda, Dia juga menyertakan kecerdasan ilahi, kehendak bebas untuk memilih taat kepada-Nya. Kita bukan robot yang diprogram dengan ayat-ayat Alkitab.

Ada satu kutipan yang ingin saya bagikan dari Renungan Truth,

Harus diingat bahwa kekristenan bukan agama hukum yang kesalahannya bisa ditunjukkan dengan butir-butir hukum, di pasal berapa di ayat mana.[2]

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Markus 7:15
  2. [2]http://www.truth-media.com/melakukan-kehendak-allah-bapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.