Jangan seenaknya memenggal ayat!

Saya terdorong untuk menulis satu seri baru, yaitu tentang “Belajar Alkitab”. Hal ini dikarenakan seringnya saya mendengar dan melihat ayat-ayat Alkitab dibelokkan untuk menyesuaikan dengan suatu prinsip tertentu. Bahkan ada banyak ayat Alkitab yang diselewengkan untuk sekedar menuruti hawa nafsu kedagingan belaka.

Seri ini secara khusus saya tujukan untuk para pelayan mimbar, termasuk worship leader, pemimpin doa, pengkhotbah, pengajar, yang terbiasa mengutip ayat untuk disampaikan kepada jemaat. Tetapi tujuan yang lebih besarnya adalah, saya ingin semua orang yang menyebut dirinya Kristen terbiasa untuk belajar Alkitab dengan benar, sehingga tidak gampang disesatkan oleh rupa-rupa angin pengajaran.

Apakah bisa, orang awam yang tidak pernah mendapat pendidikan teologi Alkitab, mempelajari Alkitab dengan benar? Seri tulisan ini saya harap bisa menolong kita semua belajar Alkitab dengan lebih baik, dan pastinya mendapatkan kebenaran ilahi yang sejati dan Alkitabiah.

[blackbirdpie id=”176799416886378496″]

Di atas adalah tweet yang saya tulis kemarin, dan seperti yang saya duga ada yang mempertanyakan, membantah, dan menguatkan baik online maupun offline. Okay, ini prinsip pertama tentang belajar Alkitab.

Kalau ada satu ayat yang berkesan di hati Anda, atau dalam bahasa gereja sekarang “menjadi rhema”. Jangan coba-coba untuk memotong/memenggal ayat itu sembarangan. Baca dan maknai ayat itu secara utuh, jangan hanya sepenggal-sepenggal. Jangan pula coba-coba untuk mengganti satu kata pun, jika Anda belum paham benar bahasa asli Alkitab.

Kita ambil contoh di atas, Ulangan 28:13 “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia“, itu bunyi ayat lengkapnya.

Seringkali yang saya dengar dari para pengkhotbah dan worship leader, ayat ini dipenggal menjadi penyataan “TUHAN menciptakan engkau menjadi kepala dan bukan ekor”. Entah untuk membangkitkan emosi jemaat, atau memang tidak pernah belajar Alkitab, tetapi pemenggalan ayat macam ini jelas membawa makna yang salah kaprah. Para pendengar akan dibawa untuk mengaminkan bahwa tiap orang Kristen diciptakan untuk menjadi kepala. Itu artinya jemaat diarahkan untuk mengimani apa yang sesungguhnya bukanlah Sabda Allah.

Baca dengan lengkap! Tidak ada kata “menciptakan”, yang ada adalah kata “akan mengangkat”. Struktur kalimat macam ini menunjukkan ada kondisi yang harus dipenuhi supaya hal ini bisa terjadi. Tidak semua orang Kristen diciptakan atau bahkan diangkat menjadi kepala, hanya mereka yang “mendengarkan perintah TUHAN … kaulakukan dengan setia”.

Mungkin ada yang berpendapat bahwa ini adalah kesalahan kecil. Hei! Kalau kesalahan “kecil” ini membawa orang Kristen tersesat dan memiliki paradigma yang salah tentang TUHAN, itu malapetaka. Akan ada orang Kristen yang nantinya menagih TUHAN untuk membuatnya menjadi kepala, padahal TUHAN tidak pernah mengucapkan hal itu.

Lihat sendiri akibatnya dari pemenggalan ayat yang sembarangan, maka berhati-hatilah. Kecuali memang Anda merasa bahwa menjerumuskan jemaat kepada pengenalan yang salah akan Allah adalah hal yang biasa, ya silakan saja. Tetapi saya mengingatkan Anda akan tegasnya peringatan Tuhan Yesus dalam Lukas 17:1-2.

Selanjutnya

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

2 thoughts on “Jangan seenaknya memenggal ayat!

  1. Pingback: Jangan berhenti di satu ayat!

  2. Pingback: Azazel: bukan siapa, melainkan mengapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.