Yohanes: setia sampai akhir

Kali ini saya akan menuliskan tentang rasul Yohanes, dari sisi yang mungkin berbeda dari banyak penulis lainnya ungkapkan. Yohanes yang ini bukanlah Yohanes Pembaptis. Yohanes murid Tuhan Yesus ini juga orang yang sama yang meuliskan Injil Yohanes, surat 1-3 Yohanes, dan kitab Wahyu. Ada juga murid dari Barnabas yang disebut Yohanes, nama lengkapnya Yohanes Markus, inilah orang yang menulis Injil Markus. Jadi jangan salah membedakan ya.

Saat berjalan bersama dengan Tuhan Yesus, rasul Yohanes bukanlah sosok yang cukup menonjol. Sangat jarang ada kisah yang menunjukkan hanya keterlibatan Yohanes di dalamnya. Meskipun sering disebut sebagai “murid yang dikasihi” Tuhan Yesus, alasan tentang hal ini tidaklah dituliskan secara tersurat oleh Alkitab. Juga tidak dinyatakan ada perlakuan khusus yang diterima Yohanes dari Tuhan Yesus.

Yang unik dari Yohanes adalah meskipun dilahirkan sebagai anak nelayan, tulisan-tulisannya sungguh menjabarkan hal yang sangat luas. Sebuah bukti kepekaan-Nya terhadap suara Roh Kudus. Tulisan-tulisannya memanjang dari masa lalu, masa kini, hingga masa depan.

Injil Yohanes dibukanya dengan peristiwa jauh di masa lalu, bahkan di saat sebelum alam semesta ada. Yohanes menuliskan, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” (Yohanes 1:1). Surat kirimannya kepada jemaat di Efesus dalam 1-3 Yohanes menyasar kehidupan masa kini (pada waktu itu) jemaat Kristus. Dan akhirnya Yohanes menutup tulisannya dengan menuliskan akhir dari masa depan di dalam kitab Wahyu.

Kesetiaannya kepada Kristus Yesus tidak perlu diragukan. Hanya Yohaneslah yang terus berada di sisi Tuhan Yesus di waktu-waktu kesesakan-Nya, sementara para rasul yang lain menghilang entah ke mana. Di saat para tokoh Yahudi menangkap Tuhan Yesus, dan mencari-cari orang-orang yang bersamanya, Yohanes tetap ada di sana.

Jika, semua orang memilih meninggalkan Tuhan Yesus, apakah kita tetap akan memilih untuk tinggal tetap bersama dengan Dia? Kalaupun Alkitab menyebut Yohanes sebagai murid yang dikasihi Tuhan Yesus, saya akan menyebut Yohanes sebagai murid yang sungguh mengasihi Tuhan Yesus.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.