Yakobus: amanat kehambaan

      No Comments on Yakobus: amanat kehambaan

Ini adalah rasul ketiga yang saya bahas dalam tulisan saya, tetapi kembali saya diingatkan tentang sebuah pertanyaan. Sebenarnya potensi apa yang dilihat Tuhan Yesus waktu memilih para rasul-Nya? Baik dalam pandangan orang pada masa itu maupun pada masa kini, rasa-rasanya dua belas orang ini bukanlah orang-orang yang tepat untuk tugas dan tanggung jawab sebesar itu.

Saya rasa bukanlah kualitas atau potensi yang dilihat oleh Tuhan Yesus dari mereka ini, melainkan jawaban mereka atas panggilan-Nya. Ingat bahwa kedua belas orang ini dengan segera meninggalkan segala sesuatu waktu Kristus memanggil mereka untuk mengikuti Dia.

Yakobus, siapakah dia?

Yakobus yang sedang saya bahas ini, tolong dibedakan dengan Yakobus yang lain. Ini adalah Yakobus anak Zebedeus, yang juga adalah saudara Yohanes. Bedakan dengan Yakobus anak Alfeus dan juga Yakobus saudara Tuhan Yesus. Yakobus ini bukanlah orang yang menulis kitab Yakobus, kerena penulis kitab Yakobus adalah Yakobus yang saudara Tuhan Yesus.

Yakobus ini bersama dengan Yohanes juga diberi nama oleh Tuhan Yesus dengan sebutan “Boanerges” atau anak-anak guruh. Yakobus menurut catatan Alkitab adalah rasul pertama yang mati martir saat Herodes memerintahkan untuk membunuhnya dengan pedang (Kisah Para Rasul 12:1-2), sebagaimana Tuhan Yesus sudah mengatakan bahwa dia akan turut meminum cawan (Markus 10:38).

Yakobus: amanat kehambaan

Kisah ini bisa kita baca di Markus 10:35-45, saat di mana Yakobus dan Yohanes meminta supaya mereka bisa duduk dalam kemuliaan-Nya, satu di sebelah kiri-Nya dan satu disebelah kanan-Nya. Oleh Matius permintaan ini dicatat disampaikan oleh ibu dari Yakobus dan Yohanes.

“Kemuliaan” yang dimaksud oleh Yakobus dan Yohanes, bukanlah kemuliaan seorang raja di bumi, tetapi kemuliaan di Surga; sebab sebelumnya Tuhan Yesus sedang menyatakan tentang pederitaan-Nya.

Menanggapi permintaan ini, Tuhan Yesus memberikan sebuah amanat untuk kita semua yang juga menginginkan kemuliaan di Surga. Yaitu, sebuah amanat kehambaan: “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.