Apakah Tuhan Yesus membenci orang kaya?

Jika kita dengan teliti membaca Alkitab, khususnya di Perjanjian Baru, Tuhan Yesus memberikan peringatan yang keras kepada orang-orang kaya berkaitan dengan kekayaan mereka. Apakah hal ini berarti Tuhan Yesus membenci orang kaya? Apakah Dia tidak menghendaki anak-anak-Nya berkelimpahan harta?

Setiap kali ada khotbah tentang kekayaan, biasanya diambil dari Perjanjian Lama, termasuk saya juga. Hal ini karena banyak tokoh-tokoh Alkitab yang kaya di Perjanjian Lama, sedangkan di Perjanjian Baru, orang-orang yang kaya secara materi tidak mendapat tempat. Sekalipun ada orang kaya yang dituliskan di Perjanjian Baru, itu karena tindakan mereka yang menjual seluruh harta untuk diserahkan kepada Gereja.

Dalam Ayub 1:9-11, ada pernyataan iblis demikian, “Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.

Perhatikan pertanyaan iblis itu, yang juga masih menjadi strategi iblis hingga sekarang, “apakah dengan tidak mendapat apa-apa kita takut akan Allah?”. Bukan tentang kaya atau tida kaya, tetapi apakah karena kekayaan itu hidup kita masih bertaut kepada Allah, ataukah jangan-jangan kita takut akan Tuhan hanya mengejar berkat-Nya.

Jelas Tuhan tidak membenci orang kaya, tetapi ada kecenderungan karakter dan perbuatan orang-orang kaya yang ditulis oleh Alkitab yang tidak berkenan di hati Yesus.

  1. Saat hidup kita terikat kepada kekayaan jauh lebih kuat daripada keinginan kita atas kekekalan (Matius 19:16-24; Markus 10:17-25; Lukas 12:16-21; Lukas 18:18-25).
  2. Saat kekayaan menjadi fokus hidup kita sehingga kita terjatuh dalam jerat kebinasaan, dan menyimpang dari iman kita (1 Timotius 6:9-10).
  3. Saat kekayaan membuat kita menjadi tinggi hati, egois, dan sukar berbagi dengan orang lain (1 Timotius 6:17-19).
  4. Saat kekayaan membuat kita menjadi serakah, mengorbankan orang lain demi kekayaan, dan gaya hidup mewah berfoya-foya (Yakobus 5:1-6).
  5. Saat kita menggunakan kekayaan dan berkat materi sebagai alat untuk mengukur tingkat kerohanian (Wahyu 3:17-18).

Apakah Tuhan Yesus tidak menghendaki anak-anak-Nya menjadi kaya? Tuhan Yesus memberikan peringatan yang tegas tentang kekayaan! Itu saja. Ada banyak orang Kristen yang mengutip dan mengambil ayat untuk melegalisasi bahwa Tuhan menghendaki anak-anak-Nya menjadi kaya. Ya silakan saja, tetapi kalau Anda mau kaya, ingat peringatan-peringatan Yesus.

Pertanyaan terakhir, jika kita tidak mendapat kekayaan karena mengikuti Tuhan Yesus, masihkah kita setia mengikut Dia? Saat kita tidak mempunyai apa-apa selain daripada Yesus sendiri, masihkah kita takut kepada-Nya?

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.