Apakah istri Ayub jadi dua?

      5 Comments on Apakah istri Ayub jadi dua?

Sepertinya pertanyaan yang tidak serius ya, tapi saya sudah beberapa kali mendengar pertanyaan ini. Termasuk baru-baru saja membacanya di sebuah sosial media. Pertanyaan ini muncul dari Ayub 42:10, “… dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu”.

Dari ayat itu kemudian muncul pertanyaan, kalau begitu apakah istri Ayub jadi dua ataukah tetap satu. Hal ini tentu saja berhubungan dengan masalah poligami di dalam Alkitab. Sebagaimana kita ketahui, kekristenan dengan dasar Alkitab menegaskan bahwa pernikahan haruslah monogami. Kemudian muncul pertanyaan baru, mengapa tokoh-tokoh Perjanjian Lama umumnya memiliki istri lebih dari satu dan tidak ada hukuman dari Tuhan.

Ini pandangan saya, kalaupun “seakan-akan” Allah “membiarkan” poligami di Perjanjian Lama, bagi saya itu adalah pelajaran bagi kita umat Perjanjian Baru bahwa tidak ada pernikahan poligami yang tidak mendatangkan petaka.

Kembali kepada masalah istri Ayub. Mari bandingkan keadaan Ayub sebelum pencobaan dari iblis dan setelah mengalami pemulihan. Dalam Ayub 1:3, “Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina …”. Setelah pemulihan, Ayub 42:12, “… ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina.” Yup, benar dalam hal ini Ayub menerima dua kali lipat.

Tetapi dalam Ayub 1:2, “Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan.” dan Ayub 42:13, “Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan”. Tidak, anak Ayub tidak menjadi dua kali lipatnya kan.

Saya meminta kita membaca dengan hati-hati 42:10, “Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub … dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.” Perhatikan dulu kata “kepunyaannya“, saya mendeskripsikan ini sebagai harta benda. Sayangnya dalam bahasa asli yang diterjemahkan ke King James Version, hanya tertulis, “the LORD gave Job twice as much as he had before”, jadi tidak ada penjelasan tentang kata “kepunyaan” ini dalam bahasa Ibrani.

Tetapi, sekarang perhatikan di atasnya pada kata “keadaan” karena kata ini memberikan gambaran yang lebih jelas. Dari kata dalam bahasa Ibrani “sheb-ooth” atau “sheb-eeth” yang berdasarkan kamus Strong didefinisikan sebagai “a former state of prosperity”. Nah jelas kan, “kondisi kemakmuran yang sebelumnya”, jadi saya menyimpulkan yang dikembalikan dua kali lipat itu ya harta bendanya.

Nah, kalau istrinya bagaimana? Karena itu tidak tertulis dalam Alkitab, saya lebih suka mengatakan demikian. Ingat bahwa tujuan Alkitab ditulis adalah, “tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya” (Yohanes 20:31). Jadi, kalau ada yang tidak tertulis di dalam Alkitab, maka hal tersebut tidak termaktub dalam tujuan ini.

Kalaupun ada hal-hal dan pertanyaan-pertanyaan yang tidak dijawab oleh Alkitab dan menjadi misterius bagi kita, maka inilah pegangan saya, “Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini.” (Ulangan 29:29). Biarlah yang tersembunyi itu menjadi bagian Allah, sementara bagian kita adalah melakukan kebenaran Alkitab yang sudah tertulis, dinyatakan, dan disingkapkan dengan sebenar-benarnya.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

5 thoughts on “Apakah istri Ayub jadi dua?

  1. Ben

    Hehehe… Kisah Ayub itu bukan acuan untuk hal poligami… Jadi tidak perlu analisa apakah istrinya jadi 2, 3, 4, dst…

    Reply
  2. Aji

    Ya betul, kisah Ayub bukan sbg acuan apakah kmd ia mendapatkan istri baru lagi atau tidak.
    Namun disepanjang sejarah perjanjian lama lebih dari satu istri hal biasa. Abraham istrinya banyak, belum lagi anak dari gundik2nya.
    Well kembali ke topi kisah Ayub,
    Ayub 2:9-10
    Maka berkatalah isterinya kepadanya: “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!”Tetapi jawab Ayub kepadanya: “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.
    Dari sini nampak bahwa istrinya tdk bs menerima keadaan yg dialami Ayub.
    Kita lihat di
    Ayub 16:7
    Tetapi sekarang, Ia telah membuat aku lelah dan mencerai-beraikan segenap rumah tanggaku,

    Dari sini menurut saya pribadi, istrinya meninggalkan Ayub, krn sdh tidak kuat.

    Nah hanya tidak nampak di ayat
    selanjutnya waktu Ayub dipulihkan apakah istrinya kembali atau tidak.

    Demikian menurut pandangan saya.
    Tuhan Yesus memberkati.
    Aji

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.