Mendapat kasih karunia di mata Tuhan (bagian #4)

Adalah menyenangkan menerima pujian dari orang lain. Demikian juga dengan Allah, Dia senang saat kita datang memuji dan menyembah Dia.

Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya (Ibrani 13:15)

Nuh menyenangkan hati Tuhan ketika yang dia lakukan pertama kali saat keluar dari bahtera adalah memberikan ucapan syukur kepada Tuhan di atas mezbah (Kejadian 8:20).

Kita memuji Tuhan karena Dialah Allah dan memberikan ucapan syukur kita karena apa yang Dia perbuat dalam hidup kita (Ibrani 13:15; Mazmur 116:17). Daud menyanyikan mazmur ini: “Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan nyanyian syukur; pada pemandangan Allah itu lebih baik dari pada sapi jantan, dari pada lembu jantan yang bertanduk dan berkuku belah” (Mazmur 69:30-31).

Sebenarnya terjadi sesuatu yang indah saat kita menyembah dan memuji Tuhan. Saat kita menyembah Allah, hal itu mendatangkan kesenangan dan sukacita di hati Tuhan, dan saat itu juga hati kita dipenuhi dengan sukacita. Inilah cara kerja penyembahan yang luar biasa. Mazmur mengatakan, “Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita” (Mazmur 68:4).

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.