Mendapat kasih karunia di mata Tuhan (bagian #2)

Karena iman, maka Nuh — dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan — dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya (Ibrani 11:7)

Bayangkan saat Allah memerintahkan Nuh untuk membangun bahtera dan kemudian mengumpulkan seluruh hewan-hewan yang harus diselamatkan. Sebenarnya ada alasan yang bisa saja muncul di hati Nuh untuk meragukan dan mempertanyakan perintah Tuhan ini.

  1. Hingga saat itu, Nuh maupun semua manusia di muka bumi belum pernah melihat yang namanya hujan. Alkitab mencatat bahwa Tuhan mengairi bumi dengan kabut dari permukaan bumi (Kejadian 2:5-6)
  2. Nuh hidup jauh dari lautan. Sekalipun Nuh berhasil membangun bahtera, belum terpikirkan bagaimana akan membawanya nanti.
  3. Belum lagi masalah mengumpulkan hewan-hewan itu, dan juga bagaimana Nuh akan memeliharanya.

Tetapi kita mengetahui, tidak sekalipun Nuh komplain kepada Tuhan akan beralasan di hadapan-Nya. Nuh menaruh iman yang utuh kepada Allah, dan karena hal inilah dia mendapat kasih karunia di mata Tuhan.

Mempercayai Allah sepenuhnya berarti menaruh iman bahwa Tuhan tahu yang terbaik bagi hidup kita. Mempercayai Tuhan sepenuhnya adalah sebuah tindakan penyembahan yang membuat Allah tersenyum kepada kita.

Alkitab mengatakan kepada kita, “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” (Ibrani 11:6)

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.