Kalau kita perhatikan pelaksanaan UN beberapa tahun belakangan ini, ada satu tren yang cukup kuat muncul, yaitu diadakannya doa-doa sebelum UN, dengan seluruh peserta sampai nangis-nangis begitu histerisnya.
Headline hari-hari ini adalah “Ujian Nasional (UN) dan mistisme” 😮
— Martianus Wahyu B (@martianuswb) April 23, 2012
Sekolah-sekolah mendatangkan para pemuka agama, mendatangkan orang tua murid, lalu menyuruh semua murid untuk sungkem, meminta maaf dan meminta restu. Ada sekolah menyuruh murid-muridnya menemui semua guru-gurunya sejak SD untuk meminta restu. Maka berduyun-duyunlah murid.
Ada orang tua yang rela pergi ke “orang-orang pintar” minta doa dan jimat. Ada yang membawa pensil 2B anaknya supaya dijampi-jampi. Ada yang oleh saran paranormal, menyuruh anaknya berendam semalaman. Ini malah jadi masuk angin, bukannya lulus UN kan.
Parahnya, ada gereja-gereja yang ikut latah dengan hal ini. Tidak perlu jauh-jauh, kemarin saya temukan brosur di gereja saya — entah siapa yang mengadakan — ada ibadah doa khusus UN dan tahu temanya? … “I Surrender All”. Watz …. Saya tahu pasti kuasa doa, tapi ….
Setuju bahwa ada banyak hal tidak bisa selesai tanpa doa, tetapi saya tahu pasti ada banyak hal tidak bisa selesai hanya dengan doa.
— Martianus Wahyu B (@martianuswb) April 18, 2012
Lhoh, saya dulu juga sering melakukan hal ini. Malam hari menjelang UN, saya biasanya mengunjungi anak-anak jemaat dan berdoa untuk mereka. Ya … banyak yang lulus, tapi juga ada yang tidak lulus UN. Sudah 3 tahun terakhir ini, saya tidak lagi melakukannya, dan sekarang saya menertawakan kebodohan diri saya waktu itu 😀
Doa harus, ya … tapi jika anak-anak kita menghabiskan waktu untuk berdoa, dan tidak belajar … apa kira-kira hasilnya? Yang menjadi perhatian saya adalah doa sekarang menjadi hal yang begitu mistis, akibatnya juga pemahaman iman juga mengarah kepada mistisme. Kalau sudah begini … wadoh 🙁 Lulus tidaknya anak-anak kita adalah bukan karena doa-doa, melainkan apakah selama ini mereka belajar atau tidak.
=============
Tulisan ini bebas disebarluaskan, dengan catatan mencantumkan sumbernya http://blog.martianuswb.com/
=======<0>=======
Jika tulisan saya berguna untuk Anda, bolehlah sedikit saweran untuk menyemangati saya berkarya.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

