Ujian Nasional (UN) dan mistisme

Un-sd

Kalau kita perhatikan pelaksanaan UN beberapa tahun belakangan ini, ada satu tren yang cukup kuat muncul, yaitu diadakannya doa-doa sebelum UN, dengan seluruh peserta sampai nangis-nangis begitu histerisnya.

Sekolah-sekolah mendatangkan para pemuka agama, mendatangkan orang tua murid, lalu menyuruh semua murid untuk sungkem, meminta maaf dan meminta restu. Ada sekolah menyuruh murid-muridnya menemui semua guru-gurunya sejak SD untuk meminta restu. Maka berduyun-duyunlah murid.

Ada orang tua yang rela pergi ke “orang-orang pintar” minta doa dan jimat. Ada yang membawa pensil 2B anaknya supaya dijampi-jampi. Ada yang oleh saran paranormal, menyuruh anaknya berendam semalaman. Ini malah jadi masuk angin, bukannya lulus UN kan.

Parahnya, ada gereja-gereja yang ikut latah dengan hal ini. Tidak perlu jauh-jauh, kemarin saya temukan brosur di gereja saya — entah siapa yang mengadakan — ada ibadah doa khusus UN dan tahu temanya? … “I Surrender All”. Watz …. Saya tahu pasti kuasa doa, tapi ….

Lhoh, saya dulu juga sering melakukan hal ini. Malam hari menjelang UN, saya biasanya mengunjungi anak-anak jemaat dan berdoa untuk mereka. Ya … banyak yang lulus, tapi juga ada yang tidak lulus UN. Sudah 3 tahun terakhir ini, saya tidak lagi melakukannya, dan sekarang saya menertawakan kebodohan diri saya waktu itu 😀

Doa harus, ya … tapi jika anak-anak kita menghabiskan waktu untuk berdoa, dan tidak belajar … apa kira-kira hasilnya? Yang menjadi perhatian saya adalah doa sekarang menjadi hal yang begitu mistis, akibatnya juga pemahaman iman juga mengarah kepada mistisme. Kalau sudah begini … wadoh 🙁 Lulus tidaknya anak-anak kita adalah bukan karena doa-doa, melainkan apakah selama ini mereka belajar atau tidak.

=============

Tulisan ini bebas disebarluaskan, dengan catatan mencantumkan sumbernya http://blog.martianuswb.com/

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.