Kehidupan di luar bumi. Mungkinkah?

Habitable-zone

Tentang keberadaan alien adalah pertanyaan yang banyak diajukan kepada masyarakat sains. Apakah kecerdasan di luar bumi mungkin ada? Apakah alien hanya sekedar fiksi? Bagaimana dengan Area-51? Dan banyak pertanyaan semacam itu bermunculan, ditambah lagi dipicu dengan banyaknya laporan pemunculan benda terbang tidak dikenal (UFO=unidentified flying objects) — apapun itu.

MENGAPA BUMI?

Untuk menjawab hal itu, pertanyaan pertama yang musti dipahami adalah “mengapa hanya Bumi yang ada kehidupannya?”. Di sistem tata surya kita yang berisi delapan planet ini, diketahui hanya Bumi yang ada kehidupannya. Mengapa tidak di Venus, Mars, atau di Uranus? Jawaban sederhananya adalah karena Bumi adalah satu-satunya planet yang bisa menopang adanya kehidupan.

Bumi berada di jarak yang tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh dengan bintangnya (dalam tata surya kita yaitu Matahari). Hal ini mengakibatkan air di planet Bumi bisa berada dalam kondisi cair. Sebagaimana kita tahu bahwa air adalah faktor penentu kehidupan. Gambar di atas adalah apa yang dikenal di dunia sains sebagai “zona Goldilocks“.

Secara tradisional, pada bintang apapun, para ilmuwan mendefinisikan zona yang dapat dihuni kehidupan sebagai kawasan sempit di sekeliling bintang tempat air dalam bentuk cair bisa ada. Zona dapat dihuni ini disebut “zona Goldilocks”. Sebagaimana gambar di atas, Bumi berada di zona tersebut, di mana perkembangan kehidupan cerdas mensyaratkan suhu planet “sudah pas”. — The Grand Design, Stephen Hawking —

Artinya, untuk kehidupan muncul di planet lain — dalam sistem tata surya kita — atau untuk manusia hidup di planet lain adalah tidak mungkin. Kecuali jika dibangun koloni khusus dengan sistem penunjang kehidupan yang permanen.

Tetapi jika di sistem tata surya lain, adalah sangat mungkin munculnya sistem kehidupan yang mirip dengan Bumi, selama ada planet yang berada dalam zona Goldilocks sistem tata surya tersebut. Planet Gleise 581d yang ditemukan tahun 2007, baru-baru saja dikonfimasi oleh kalangan ilmuwan berada di zona Goldilocks, sehingga memungkinkan adanya kehidupan. Bahkan sangat dimungkinkan untuk manusia berkolong di sana, jika saja kita bisa sampai ke sana. Jarak planet ini dari Bumi sekitar 20 tahun cahaya, artinya jika ada alat trasportasi yang bergerak dengan kecepatan cahaya (300.000.000 m/s = 300.000 km/detik), maka butuh waktu 20 tahun untuk sampai ke sana. Maka dengan teknologi yang sekarang ada, kira-kira butuh perjalanan selama 300 ribu tahun untuk sampai ke Gleise 581d 🙁

KEHIDUPAN YANG LAIN

Tetapi yang patut dicermati adalah hingga sekarang, apa yang didefinisikan sebagai makhluk hidup adalah sebagaimana yang kita amati sejauh ini. Dalam sains dasar, kita mengetahui bahwa makhluk hidup dicirikan dengan bernapas, bergerak, tumbuh, makan, minum, dll; yang pada dasarnya didefinisikan dari pengamatan terhadap organisme berbasis karbon (Carbon based organism).

Kebutuhan akan air, dalam bentuk planet di dalam zona Goldilocks, sebuah tempat dengan suhu yang pas, dibutuhkan oleh organisme berbasis karbon sebagaimana kehidupan yang ada di Bumi ini, termasuk kita manusia.

Bagaimana jika ada organisme yang tidak berbasis karbon, sebuah sistem kehidupan yang tidak berbasis karbon (non-based carbon life). Bahkan mungkin sudah ditemukan kehidupan yang berbasis silikon dan berbasis arsenik. Bagaimana jika karena tidak berbasis karbon, maka organisme-organisme ini mampu bertahan terhadap panas ekstrim di Merkurius, atau dinginnya Neptunus. Maka pastilah apa yang disebut organisme tidak berbasis karbon itu benar-benar berbeda dengan definisi kita tentang makhluk hidup selama ini.

Tentu saja teori saya ini banyak yang akan menentang. Bahkan Stephen Hawking sendiri menyatakan bahwa meskipun ada kemungkinan organisme tidak berbasis karbon, tetapi kemungkinan adanya “alien” adalah hampir tidak mungkin. Saya tidak sedang menunjuk alien seperti yang ada di film-film fiksi ilmiah, saya sendiri meragukan keberadaan UFO. Saya sedang mengungkapkan kemungkinan adanya bentuk sistem kehidupan organisme yang benar-benar berbeda dengan yang kita tahu selama ini.

Jika memang benar ada sistem kehidupan di luar bumi yang seperti ini, maka dunia sains harus mendefinisikan ulang pengertian dari organisme dan makhluk hidup itu sendiri. Bahkan, saya membayangkan ada sebentuk cairan di permukaan Merkurius yang sebenarnya adalah organisme, atau sebongkah es di Uranus yang juga merupakan organisme, karena struktur penyusunnya berbeda dengan apa yang kita ketahui di Bumi.

Apakah ini hanya sekedar fiksi, ataukan akan menjadi sebuah fakta sains? Pada waktunya — saya yakin — sains akan menjawabnya.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.