Cara membayar pajak kendaraan bermotor yang sah secara hukum dan benar di mata TUHAN

Berdasarkan pengamatan saya, banyak orang lebih suka mencari jalan yang mudah untuk mengerjakan sesuatu. Meskipun mereka tahu bahwa yang mudah itu belum tentu benar. Dalam kasus ini adalah membayar pajak kendaraan bermotor. Banyak orang — dan mungkin salah satunya adalah Anda — lebih suka menggunakan jasa orang lain (“calo”) untuk meringankan tugas Anda sebagai wajib pajak dan juga warga negara yang baik. Saya ingin mengatakan bahwa dengan menaati peraturan yang berlaku sesungguhnya tidak “seribet” yang selama ini dipikirkan banyak orang. Maka saya membagikan ini bukan sekedar teori, saya sudah menjalaninya.

Catatan penting: saya bukan duta Direktorat Pajak, bukan pula duta Kepolisian, bukan pula duta Gerakan Disiplin Nasional. Sama seperti Anda, saya hanya menginginkan anak-anak Tuhan menjadi warga negara yang baik, wajib pajak yang benar, dalam ketaatan yang sesempurna mungkin. Mungkin sebelumnya ada pertanyaan seperti ini. Apakah berdosa jika kita menggunakan “jasa” orang lain dalam membayar pajak? Bukankah kita tetap memenuhi kewajiban kita secara penuh? Bahkan kita memberi berkat bagi penyedia jasa itu kan? Ya, sesungguhnya saya pun tidak bisa memberikan jawaban untuk pertanyaan itu dengan tepat. Tapi, saya ingin menunjukkan bahwa dengan Anda mengerjakannya sendiri, Anda bisa menghemat beberapa rupiah dari uang Anda. Dan Anda mendapat pengalaman sebagai wajib pajak yang taat.

Karena saya tinggal di kota Surakarta, saya menggunakan contoh kota ini saja. Kalau Anda berdomisili di seputar wilayah ini, Anda bisa mempraktikkannya secara langsung. Pada umumnya pajak kendaraan bermotor dilakukan di Kantor Samsat kota setempat. Kalau di Solo ada di daerah Kerten. Anda bisa datang ke sana pada jam kerja, atau menggunakan pilihan kedua — yang lebih saya sarankan — yaitu dengan mendatangi lokasi “Bus Keliling Pelayanan Samsat”. Apa ini? Ini adalah bus yang disediakan oleh Samsat untuk melayani pembayaran pajak kendaraan bermotor. Cuma pelayanan ini ada kelemahannya, yaitu kalau kendaraan bermotor Anda sudah waktunya ganti plat nomor, bus ini tidak bisa melayani, dan Anda harus mengurusnya di Kantor Samsat. Apakah ada beda prosedur di dua tempat ini? Tidak, prosedurnya sama. Kalau saya menyarankan datang ke lokasi Bus Keliling, alasannya adalah karena antriannya tidak terlalu banyak.

Bus Keliling ini berpindah lokasi setiap hari. Jadwalnya sebagai berikut:

  • Senin: Kecamatan Colomadu
  • Selasa: Kecamatan Baki
  • Rabu: Kecamatan Colomadu
  • Kamis: Mojolaban
  • Jumat: Balaikota Surakarta
  • Sabtu: Berkeliling (tempat-tempat strategis, misal: Makro Solo, Manahan, Solo Square, dll.)

Pelayanan dari jam 8-14, kecuali hari Sabtu jam 8-11. Silakan pilih yang paling dekat dengan Anda. Kalau Kantor Samsat lebih dekat dengan rumah Anda, silakan ke sana. Sekali lagi, prosedurnya mirip. Di bawah ini saya akan menjelaskan langkah-langkahnya. Sangat sederhana dan mudah. Saya mencontohkan pengalaman saya dengan datang di Balaikota Surakarta memanfaatkan pelayanan Bus Samsat Keliling.

  1. Prosedur 1: Siapkan BPKP asli + 1 fotokopi, STNK asli + 1 fotokopi, KTP asli + 1 fotokopi. Jangan lupa pada enam berkas itu itu, kalau Anda lupa satu saja, maka petugas di sana tidak akan mau kompromi, berkas Anda akan dikembalikan untuk dilengkapi terlebih dahulu. Kalau Anda tidak punya waktu karena pekerjaan atau lain hal, dan Anda mewakilkan orang lain, saya sarankan berikan surat kuasa. Kemudian yang paling penting adalah siapkan uang untuk membayar. Mau bayar pajak koq tidak bawa uang? Berapa yang harus disiapkan? Lihat saja STNK Anda, di sana ada rincian pembayaran tahun lalu. Umumnya, sekali lagi umumnya, biasanya tanggungan pajak akan turun setiap tahun sebanding dengan usia kendaran yang semakin tua. Kecuali kalau Anda harus ganti plat nomor.
  2. Prosedur 2: Datang ke lokasi jam 8 tepat, kalau mau sebelumnya juga tidak apa-apa. Bus biasanya datang jam 8. Keterlambatan harap dimaklumi karena kondisi macetnya jalan di jam-jam awal kantor.
  3. Prosedur 3: Tunggu Bus datang. Biasnya petugas akan mengeluarkan kursi-kursi, menyiapkan meja dan loket portabel, tidak lebih dari 10 menit. Ada tiga loket di bus ini: Pendaftaran, Pembayaran, Penerimaan. Kemudian akan ada petugas yang mempersilakan.
  4. Prosedur 4: Jadikan berkas-berkas Anda menjadi satu kemudian kumpulkan di tempat yang sudah di sediakan di depan loket Pandaftaran. Di sini Anda tidak perlu mengisi formulir, karena Bus ini sudah tersambung online dengan basis data wajib pajak. Kalau di Kantor Samsat, Anda harus mengisi formulir lebih dahulu.
  5. Prosedur 5: Tunggu sebentar hingga nama Anda dipanggil. Datangi loket Pendaftaran dan BPKB asli Anda akan dikembalikan.
  6. Prosedur 6: Tunggu sebentar hingga nama Anda dipanggil ke Loket Pembayaran. Anda akan diberitahu berapa total pajak Anda. Silakan membayar, dan Anda akan langsung diberikan STNK Anda, bukti pembayaran, dan bukti asuransi. Selesai. Anda bisa pulang.

Sebagai catatan, tahun lalu saya membayar Rp 223.000,00 karena harus ganti plat nomor, tahun ini saya hanya membayar 189.000,00. Hitung selisihnya kalau saya menggunakan jasa “calo”. Dan semua prosedur ini saya selesaikan hanya dalam waktu kurang dari 45 menit. Tapi Anda harus datang sebelum bus datang, karena biasanya semakin siang semakin banyak yang antri. Mudah kan? Menjadi anak-anak Tuhan yang taat hukum dan taat pajak itu tidak seribet yang Anda pikirkan. Coba saja sesekali! Kalau ada yang bertanya, “bagaimana kalau mengurus SIM?”. Tunggu beberapa hari lagi, saya akan menuliskannya. Ayo anak-anak Tuhan, taat hukum!

Roma 13

1  Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.
2  Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya.
3  Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya.
4  Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.