Tuhan Yesus ada di klub Pulse, Orlando

Perhatikan beberapa kisah berikut ini:

Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”[1]

Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.[2]

Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.”[3]

Kata perempuan itu: “Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yesus kepadanya: “Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.” Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.” Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” Jawab perempuan itu kepada-Nya: “Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.” Kata Yesus kepadanya: “Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.”[4]

Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?” Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”[5]

Entah perasaan saya atau memang demikian, sepertinya Tuhan Yesus punya kebiasaan mendekati mereka yang terpinggirkan. Orang-orang yang dijauhi, dibenci, dianggap najis oleh “orang-orang beragama”, dengan mereka inilah Tuhan Yesus sering hang-out, kepada merekalah Tuhan Yesus sering menyatakan diri-Nya dan menunjukkan kasih-Nya. Jangan heran kalau sampai Tuhan Yesus mendapat julukan “sahabat pemungut cukai dan orang berdosa”[6]

Maka, saya yakin kalau Tuhan Yesus berada di bumi sekarang ini, salah satu tempat Tuhan Yesus bercengkerama adalah klub Pulse di Orlando, Amerika Serikat. Belum tahu klub Pulse? Apakah Anda tidak memperhatikan berita sepanjang dua pekan ini? Pulse adalah sebuah nama klub malam untuk para gay di Orlando. Tanggal 12 Juni 2016 kemarin, seorang laki-laki dalam kebencian memuntahkan peluru dari senjata yang dipegangnya dan membunuh 46 orang. Empat puluh enam orang yang saya tahu pasti dikasihi oleh Tuhan Yesus – apapun pilihan orientasi seksual mereka – tewas karena kebencian.

Sampai sekarang saya tetap pada prinsip bahwa homoseksualitas adalah sebuah tindakan dosa, tetapi adalah prinsip saya juga bahawa mereka yang disebut sebagai kelompok LGBT sama seperti kita semua sesama manusia adalah objek kasih TUHAN. Tidak bisakah Gereja dan orang Kristen memperlakukan mereka dalam kasih sebagaimana Tuhan Yesus mengasihi mereka yang terpinggirkan.

Pernahkah Anda melihat foto di bawah ini?

Sumber: https://www.buzzfeed.com/expresident/pictures-that-will-restore-your-faith-in-humanity?utm_term=.auyOK3yyk#.jun4M1RRP

Sumber: https://www.buzzfeed.com/expresident/pictures-that-will-restore-your-faith-in-humanity?utm_term=.auyOK3yyk#.jun4M1RRP

Foto di atas terjadi sekitar bulan Juni 2010, seorang gay yang hanya memakai celana dalam memeluk seorang pria Kristen. Apa yang terjadi sebenarnya? Waktu itu adalah sebuah acara Chicago’s Pride Parade, sebuah parade para gay. Sudah bisa ditebak, di sana juga hadir kalangan gereja yang berdemonstrasi menolak parade itu. Yang mengejutkan ada sekelompok komunitas Kristen yang juga berdiri di samping jalan parade itu, mereka mengenakan kaos bertuliskan “I’m Sorry”. Ingat bahwa I’m sorry selain berkata saya minta maaf, juga bermakna prihatin atau berduka. Gay yang hanya mengenakan celana dalam itu begitu melihat kaos yang mereka kenakan kemudian mengejek, “Mengapa prihatin, kami bangga dengan diri kami!”. Salah seorang dari komunitas itu memberikan isyarat menunjuk kepada papan-papan tulisan yang dibawa oleh komunitas itu. Papan-papan itu bertuliskan:

“I’m sorry that Christians judge you”

“I’m sorry the way churches have treated you”

“I used to be a bible-banging homophobe, sorry.”

Sumber: https://www.buzzfeed.com/expresident/pictures-that-will-restore-your-faith-in-humanity?utm_term=.auyOK3yyk#.jun4M1RRP

Sumber: https://www.buzzfeed.com/expresident/pictures-that-will-restore-your-faith-in-humanity?utm_term=.auyOK3yyk#.jun4M1RRP

Begitu membaca tulisan-tulisan itu, pria gay itu terdiam dan segera berlari menuju laki-laki itu dan memeluknya, dan membisikkan kata “terima kasih”.

Laki-laki yang dipeluk pria gay itu adalah seorang pengkhotbah dan seorang gembala. Dalam tulisannya pendeta ini bersaksi, “ketika saya memeluk pria gay itu, saya yakin Tuhan Yesus juga pasti akan memeluknya”. Pria gay itu dalam pertemuan dengan komunitas Kristen itu menceritakan bahwa satu-satunya hal yang bisa diceritakannya kepada kawan-kawan gay dalam pengalaman parade itu bagaimana dia berjumpa dengan komunitas yang penuh kasih ini.

Mungkin Anda seperti saya di atas, mengatakan bahwa homoseksualitas adalah dosa. Tetapi tidak bisakah kita mengasihi mereka – LGBT ini – sebagaimana Kristus Yesus, Tuhan kita mengasihi kita dan juga mereka?

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Matius 9:10-11
  2. [2]Matius 9:20-22
  3. [3]Lukas 7:37-39
  4. [4]Yohanes 4:17-26
  5. [5]Yohanes 8:2-11
  6. [6]Lukas 7:34

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.