Ah, sudahlah!

      No Comments on Ah, sudahlah!

Seberapa sering kita mengatakan frase di atas, “Ah, sudahlah!”. Semacam pernyataan pasrah, dan mungkin juga menyerah. Tetapi menjadi berbeda saat diucapkan oleh Tuhan Yesus.

Waktu Yesus masih berbicara datanglah serombongan orang, sedang murid-Nya yang bernama Yudas, seorang dari kedua belas murid itu, berjalan di depan mereka. Yudas mendekati Yesus untuk mencium-Nya. Maka kata Yesus kepadanya: “Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?” Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: “Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?” Dan seorang dari mereka menyerang hamba Imam Besar sehingga putus telinga kanannya. Tetapi Yesus berkata: “Sudahlah itu.” Lalu Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya.[1]

Tuhan Yesus tahu pasti apa yang akan dialaminya dalam beberapa jam ke depan. Kristus tahu cawan semacam apa yang ada di depannya; kengerian dan penderitaan yang tiada habisnya. Toh, kasih-Nya tidak pudar bahkan kepada mereka yang berniat mencelakai-Nya.

Pengampunan adalah salah satu karakter Kristus yang musti kita teladani. Tidak mudah memang, saya pernah menuliskannya di sini. Tetapi pernyataan Tuhan Yesus “Sudahlah itu” adalah sebuah prinsip pengampunan yang luar biasa.

Kita tidak pernah menginginkan ada orang mencelakakan diri kita, pun sebisa mungkin kita menghindari “menciptakan” musuh. Tetapi sebaik apapun kita berusaha bertingkah laku, sebaik apapun kita berusaha menghargai orang lain, tidak dapat disangkal bahwa memang ada orang yang berusaha mencelakakan kita. Peristiwa dan orang-orang yang berada di luar kuasa kita.

Jika ini terjadi, pernyataan “Ah, sudahlah!” adalah persetujuan dengan Allah bahwa apa yang terjadi di dalam hidup kita ada di tangan-Nya dan untuk kebaikan kita. Menjadi tidak mudah karena kita harus mengubah cara pandang kita terhadap mereka yang melukai dan punya niat buruk kepada kita. Mengampuni adalah memandang mereka sebagai alat dan tangan Tuhan untuk membentuk diri kita sesuai dengan standar dari Allah sendiri.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Lukas 22:47-51

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.