Elisa: urapan berganda

      1 Comment on Elisa: urapan berganda

Pasti pernah to mendengar frase “urapan berganda”? Paling tidak kita pernah mendengarnya dalam bahasa-bahasa doa. Saya sudah pernah berbagi tentang berkat dobel porsi di blog ini. Nah, kini saya membagikan tentang apa yang dimaksudkan Elisa waktu dia meminta permohonan khusus ini kepada Elia.

Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal. Berkatalah Elia kepada Elisa: “Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Betel.” Tetapi Elisa menjawab: “Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau.” Lalu pergilah mereka ke Betel. Pada waktu itu keluarlah rombongan nabi yang ada di Betel mendapatkan Elisa, lalu berkatalah mereka kepadanya: “Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?” Jawabnya: “Aku juga tahu, diamlah!” Berkatalah Elia kepadanya: “Hai Elisa, baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Yerikho.” Tetapi jawabnya: “Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau.” Lalu sampailah mereka di Yerikho. Pada waktu itu mendekatlah rombongan nabi yang ada di Yerikho kepada Elisa serta berkata kepadanya: “Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?” Jawabnya: “Aku juga tahu, diamlah!” Berkatalah Elia kepadanya: “Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke sungai Yordan.” Jawabnya: “Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau.” Lalu berjalanlah keduanya. Lima puluh orang dari rombongan nabi itu ikut berjalan, tetapi mereka berdiri memandang dari jauh, ketika keduanya berdiri di tepi sungai Yordan. Lalu Elia mengambil jubahnya, digulungnya, dipukulkannya ke atas air itu, maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana, sehingga menyeberanglah keduanya dengan berjalan di tanah yang kering. Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: “Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu.” Jawab Elisa: “Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu.” Berkatalah Elia: “Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi.” Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai. Ketika Elisa melihat itu, maka berteriaklah ia: “Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!” Kemudian tidak dilihatnya lagi, lalu direnggutkannya pakaiannya dan dikoyakkannya menjadi dua koyakan. Sesudah itu dipungutnya jubah Elia yang telah terjatuh, lalu ia berjalan hendak pulang dan berdiri di tepi sungai Yordan. Ia mengambil jubah Elia yang telah terjatuh itu, dipukulkannya ke atas air itu sambil berseru: “Di manakah TUHAN, Allah Elia?” Ia memukul air itu, lalu terbagi ke sebelah sini dan ke sebelah sana, maka menyeberanglah Elisa. Ketika rombongan nabi yang dari Yerikho itu melihat dia dari jauh, mereka berkata: “Roh Elia telah hinggap pada Elisa.” Mereka datang menemui dia, lalu sujudlah mereka kepadanya sampai ke tanah.[1]

Lembaga Alkitab Indonesia menerjemahkan permintaan Elisa sebagai, “Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu”. Alkitab terjemahan The Message menuliskan farafrase yang apik dari permintaan Elisa ini.

When they reached the other side, Elijah said to Elisha, “What can I do for you before I’m taken from you? Ask anything.” Elisha said, “Your life repeated in my life. I want to be a holy man just like you.”[2]

Ini lho permintaan Elisa itu. Dia mau hidup Elia “berulang” di dalam hidupnya. Dalam bahasa saya, Elisa mau hidupnya seperti hidup Elia. Itu artinya sebagaimana kesetiaan Elia kepada TUHAN Allah Israel, bagaimana pembelaannya akan Tuhan, bagaimana Elia memegang kebenaran, itulah yang diinginkan Elisa juga terjadi dalam hidupnya.

Kita bisa menyelidiki Alkitab, menemukan seperti apa kehidupan Elia yang diinginkan oleh Elisa. Tetapi kalimat berikutnya dari Elisa, menyimpulkan dan menegaskan permohonannya, “I want to be a holy man just like you”. Kekudusan …. itulah yang diinginkan oleh Elisa. Ingat bagaimana Elisa menjadi murid dari Elia, mengikuti dia, mengamati, dan belajar darinya. Elisa tahu persis, hanya satu kunci bagaimana TUHAN memakai Elia secara luar biasa seperti itu. Kunci itu adalah kekudusan.

Kalau kita berdoa tentang urapan berganda, apa yang ada di hati kita?

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]2 Raja-raja 2:1-15
  2. [2]2 Kings 2:9 – The Message

1 thought on “Elisa: urapan berganda

  1. Pingback: Akankah aku bisa seperti Dorkas? | Martianus' Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.