Kisah keteguhan iman dari Niger

Ini adalah sebuah kisah iman dari tengah padang pasir, sebuah negara bernama Niger. Niger adalah sebuah negara yang dulu dikenal sangat toleran terhadap minoritas. Tetapi kini hal itu menjadi semakin sulit ditemukan. Semakin banyak pemimpin dan pengajar Islam yang membangkitkan rasa permusuhan kepada kekristenan, terutama kepada Muslim yang menjadi Kristen. Akibatnya di Nigeri ini, sumber aniaya terbesar justru datang dari keluarga terdekat.

Kisah ini adalah tentang seorang wanita bernama Mounira dan anaknya Maoule. Mounira yang lahir dari keluarga Muslim dan menikah dengan seorang Muslim yang taat berubah hidupnya saat dia percaya kepada Yesus Kristus. Mengetahui istrinya menjadi seorang Kristen, suaminya tidak segan-segan memukuli Mounira. Di hari Minggu, Mounira dan anaknya dikunci di dalam rumah oleh suaminya agar tidak bisa pergi ke gereja. Ketika suaminya menemukan bahwa Mounira membaca Alkitab, dengan segera diambilnya dan disobek-sobek di depan Mounira.

Foto Mounira (Sumber >>> http://persecution.org/)

Foto Mounira (Sumber >>> http://persecution.org/)

Sekali waktu suaminya menemukan Mounira sedang berdoa di sudut rumah. Dipukulinya Mounira hingga pingsa tak sadarkan diri dan ditinggal di dalam rumah. Beruntung, anaknya sempat menghubungi pendetanya sehingga langsung dibawa ke rumah sakit.

Mengetahui bahwa iman Mounira kepada Kristus tidak lagi bisa digoyahkan, suaminya memutuskan menceraikan dia. Setelah menceraikan Mounira, suaminya memberitahu keluarga Mounira tentang pertobatannya. Dengan penuh kemarahan, keluarga Mounira membayar segerombolan penjahat untuk menculik Mounira dan membunuhnya.

Pada malan di mana mereka mengepung rumah Mounira untuk membunuhnya, ternyata wanita ini dan anaknya sedang berada di gereja untuk mengikuti persekutuan doa semalam penuh. Usaha keluarga Mounira untuk membunuhnya tidak berhenti di situ. Mereka membayar dukun untu menyantet Mounira, tetapi sekali lagi perlindungan Tuhan ada atas keluarga Mounira.

Hal semacam itu sering terjadi kepada orang Kristen di Niger, terutama mereka yang bertobat dari Islam. Tetapi iman Gereja di Niger terbukti tidak tergoyahkan. Mereka mempercayai apa yang dikatakan oleh Alkitab, “Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”[1]

Dalam salah satu kesaksiannya, Mounira menyatakan ini:

“I’m still under threat and pressure because both my family and the one of my former husband are still looking ways to kill me. However, I rejoice every day in the Lord because he is my strength, my comforter and my protector; I know he will never forsake me. I have gone through much violence and torture from my former husband and moreover my family is making plots to kill me because I’m a Christian, but I lay everything in the hands of God.”

Referensi >>> http://www.persecution.org/2014/12/31/threatened-with-death-because-of-christ/

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Roma 8:38-39

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.