Paulus modern dari Iran

      No Comments on Paulus modern dari Iran

Sebelum menjadi orang percaya, rasul Paulus menganiaya dan membunuh orang Kristen. Di Iran masa kini, ada seorang bernama Taher yang juga memiliki pengalaman hidup yang sama. Dia mengancam akan membunuh keluarganya yang menjadi orang Kristen, tetapi seperti juga Paulus, Taher mendapat penglihatan akan Tuhan yang kemudian menjungkirbalikkan hidupnya.

Taher dan istrinya adalah keluarga Muslim yang taat, bahkan mereka berdua sudah naik haji. Maka, ketika anak perempuannya menjadi seorang Kristen, Taher marah. Kemarahannya semakin menjadi-jadi saat istrinya juga memutuskan untuk percaya kepada Yesus. Puncak kemarahannya ketika anak laki-lakinya juga mengkhianati Islam dan memilih Tuhan Yesus.

Taher mencoba segara cara supaya keluarganya kembali kepada Islam. Dia mengkhotbahi keluarganya, melarang mereka pergi ke gereja, memukuli mereka, mengancam akan melaporkan ke pihak berwajib. Hingga pada suatu titik dia mengancam akan membunuh keluarganya dengan tangannya sendiri. Segalanya gagal, keluarganya tetap teguh dengan pilihan mereka akan Kristus, dan mereka meninggalkan Taher untuk pergi ke luar negeri demi keamanan.

Merasa marah dan kesepian, Taher berteriak kepada Allah, “Tunjukkanlah wajah-Mu”. Keraguan mulai muncul, apakah dia harus percaya Allah atau Yesus, Alkitab ataukah Al-Quran. Dalam keputusasaan, sebuah teriakan keluar, “Aku akan percaya kepada Tuhan yang menunjukkan diri-Nya kepadaku”.

5-5-5 ChallengeDan Tuhan yang hidup sungguh-sungguh menjawab doanya melalui mimpi. Di dalam mimpinya, Taher melihat seorang laki-laki yang mengendarai keledai menghampiri dirinya, memeluknya dan berkata, “Aku akan membersihkanmu dari segala dosamu, engkau telah bebas. Aku akan memberimu kelegaan. Percayalah kepada-Ku”. Kemudian seorang lainnya datang mendekat dalam mimpinya dan bertanya kepada Taher, “Apakah engkau tahu siapa Dia?”. Taher menjawab, “Aku tidak tahu, siapakah Dia?”. Lelaki itu berkata, “Dialah Yesus Kristus. Dia yang membersihkan dosa-dosamu.”

Taher terbangun dan menyadari itu hanyalah mimpi. Kemudian dia kembali tertidur, dan mimpi yang sama berulang untuk kedua kalinya. Kali ini dia menjadi takut. Dia adalah seorang Muslim selama 45 tahun hidupnya, seorang Haji. Bagaimana mungkin dia akan meninggalkan Islam? Ketika Taher tertidur lagi, mimpi yang sama berulang untuk ketiga kalinya. Kali ini Taher terbangun, tidak bisa lagi menghindar dari kenyataan bahwa Yesus Kristuslah Tuhan yang sejati.

Keyakinan dan kepercayaan Taher akan Yesus Kristus sebagai Tuhan masih menyisakan satu perkara. Taher masih bingung apa yang selanjutnya akan dia lakukan. Dia harus tahu lebih banyak tentang Yesus, dan satu-satunya tempat adalah gereja yang dulu keluarganya beribadah di sana, gereja di mana dia melarang istri dan anaknya pergi ke sana. Akhirnya keputusan diambilnya, Taher memasuki gereja itu. Disambut dengan tatapan tidak percaya dan ketakutan dari jemaat yang ada di sana.

Seorang pemimpin gereja menghapiri Taher dan bertanya, “Ada yang bisa kami bantu?”. Jawaban dari Taher sangat mengejutkan. “Saya ingin berdoa, beribadah di gereja, dan memberikan hidup saya kepada Kristus”, Taher menjawab “tetapi saya tidak tahu caranya”. Melihat keraguan di mata pemimpin gereja ini, Taher berkata, “Saya melihat Yesus di dalam mimpi, saya lihat wajah-Nya”.

Memasuki masa pemuridan di gereja, Taher sungguh seperti bayi rohani; begitu haus akan kebenaran tentang Kristus. Dengan berjalannya waktu, Taher terlibat lebih dalam pelayanan, dan kini nyawanya terancam karena pilihannya mengikut Kristus. Saat keluarganya di luar negeri mendengar apa yang dialami Taher, mereka sungguh bersyukur karena doa mereka yang bertahun-tahun akhirnya terjawab. Untuk keamanan dirinya, kini Taher bersama dengan keluarganya tinggal di luar negeri, bersama-sama menyembah dan beribadah kepada Kristus, Tuhan yang sejati.

BERDOA:

  • Supaya orang-orang Kristen di Iran dimampukan menjadi pekabar Injil yang benar, dan berdoa bagi keluarga dan orang-orang terdekat mereka.
  • Supaya TUHAN membangkitkan lebih banyak Paulus-paulus baru di negeri ini.

Sumber >>> https://www.opendoorsusa.org/pray/prayer-updates/2014/May/a-modern-day-paul-in-iran

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.