Minority-o-phobia

      No Comments on Minority-o-phobia
Antcreationsknifeblood

Jangan cari di kamus manapun istilah ini, mungkin tidak bakalan ketemu. Wikipedia menjelaskan “phobia” sebagai ketakutan yang berlebihan terhadap sesuatu hal atau suatu fenomena tertentu. Kalu begitu apa itu minority-o-phobia? Ini adalah ketakutan yang berlebihan terhadap kelompok minoritas. Yang saya maksud dengan minoritas bukan tentang suatu kelompok dengan jumlah yang kecil lho. Minoritas adalah mereka yang terpinggirkan oleh kelompok yang berkuasa.

Ingat politik apartheid di Afrika Selatan waktu itu, di sana minoritas adalah kelompok dengan jumlah populasi yang jauh lebih besar. Waktu konglomerasi dan konglomerat sedang jaya-jayanya di negeri ini, petani dan buruh yang jumlahnya berkali-kali lipat lebih banyak adalah kelompok minoritas. Dalam hal ini saya sependapat dengan Louis Wirth yang mendefinisikan kelompok minoritas sebagai “a group of people who, because of their physical or cultural characteristics, are singled out from the others in the society in which they live for differential and unequal treatment, and who therefore regard themselves as objects of collective discrimination”.

Di negara-negara dengan basis Kristen yang kuat muncul islamophobia, sebaliknya di negara-negara Islam muncul christianophobia, dan banyak contoh minority-o-phobia lainnya. Tidak usah jauh-jauh, di negeri kita ini juga sepertinya banyak yang menderita phobia jenis ini. Beberapa waktu yang lalu muncul punk-o-phobia, lalu ada ahmadiyah-o-phobia, syiah-o-phobia, dan yang masih segar diingatan adalah atheis-o-phobia, dan saya rasa masih banyak yang lain yang bisa kita golongkan dalam minority-o-phobia.

Menurut saya ada dua hal utama yang mendorong munculnya minority-o-phobia ini. Pertama, pikiran dan perasaan yang mengatakan bahwa kelompoknya dan ideologinya adalah yang paling benar atau paling murni, sementara yang lain adalah salah dan harus mau diluruskan – kalau perlu dengan paksaan. Sementara itu, tanpa sadar hal ini sebenarnya mendorong kepada alasan yang kedua, yaitu rasa minder yang berlebihan terhadap kelompok minoritas. Di alam bawah sadarnya, penderita minority-o-phobia memiliki rasa takut, jangan-jangan kelompok minoritas akan lebih berkuasa – dalam artian lebih berpengaruh – dan mengalahkan mereka.

Yang kemudian menjadi manifestasi dari minority-o-phobia ini adalah tindakan/perbuatan yang menekan kelompok minoritas. Mulai secara halus hingga kemudian sampai kepada tindakan-tindakan teror. Saya sedang membaca 2011 Annual Report dari China Aid, disebutkan di sana bagaimana pemerintah China membatasi jumlah Muslim yang akan menunaikan ibadah haji dengan cara memberikan syarat harus lulus ujian politik yang ketat sebelum bisa diizinkan ke Mekah. Juga adanya syarat pendaftaran bagi penganut dan pemuka agama Budha Tibet. Di Srilanka baru-baru ini terjadi pengusiran besar-besaran terhadap para pengajar agama Islam di sana. Di Nigeria, kelompok radikal dengan tegas menyatakan perang terhadap gereja dan kekristenan.

Berabad-abad yang lalu, seorang yang berpendapat bahwa matahari adalah pusat alam semesta, harus siap diasingkan hingga dihukum mati dengan racun, karena mereka adalah kelompok minoritas dan kelompok penguasa berpendapat sebaliknya. Padahal pemikiran minoritas inilah yang kemudian terbukti benar. Di Indonesia, mereka yang berpendapat bahwa Tuhan tidak ada musti siap dilaporkan dan ditangkap serta dimasukkan ke penjara. Di sini kelompok minoritas harus siap kehilangan harta benda, rumah, bahkan nyawanya, saat berbeda pendapat dengan kelompok berkuasa.

Mungkin ada yang berkata bahwa kelompok minoritas ini kan menghina agama, menyelewengkan agama, ajarannya sesat, dll. Tunggu dulu, saya tidak sedang berbicara tentang doktrin agama, saya sedang menyorot bagaimana minority-o-phobia, membuat kita seringkali melupakan bahwa mereka juga adalah sesama manusia, dan memperlakukan mereka dengan semena-mena, bahkan mungkin melebihi perilaku kita kepada hewan.

Saya jelas tidak bisa membenarkan ajaran Mormon atau Saksi Yehowah, saya jelas tidak akan pernah bisa sepaham dengan mereka. Tetapi hal itu tidak berarti setiap kali saya melihat orang yang naik sepeda dengan kemeja putih dan bawahan hitam, lalu saya boleh langsung hantam mereka to. Di mana kemanusiaan kita saat kita dengan tega membakar tubuh sesama manusia, hanya karena kita bisa mengatakan mereka sesat?

Dulu kita ikut menghujat dan mengecam kekejaman Hitler dengan Nazi-nya, apakah sekarang kita tidak sedang membangkitkan Hitler-Hitler baru, hanya karena kita mengidap minority-o-phobia? Ayolah, sembuhkan diri kita!

Saya kuatir nanti akan muncul martianus-o-phobia 🙂 hanya karena ada yang tidak setuju dengan tulisan-tulisan ataupun khotbah-khotbah saya 🙂 Anda tidak setuju dengan tulisan saya ini, boleh saja, cuma jangan komentar dengan memaki-maki ya. Saya orangnya kecil hati, kalau sudah dimaki-maki, sering masuk angin 🙁

=============
Tulisan ini bebas disebarluaskan, dengan catatan mencantumkan sumbernya http://blog.martianuswb.com/

 

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.