The Serenity Prayer

      No Comments on The Serenity Prayer

Pasti sudah banyak yang sering membaca atau mendengar kutipan ini:

God grant me the serenity
to accept the things I cannot change;
courage to change the things I can;
and wisdom to know the difference.

Mungkin malahan sudah ada di antara Anda yang menuliskannya di status media sosial. Sayangnya kutipan di atas tidak lengkap, itu hanyalah penggalan dari apa yang disebut sebagai The Serenity Prayer, sebuah doa yang ditulis oleh Reinhold Niebuhr — seorang pakar teologia Protestan — sekitar tahun 1940-an.

Membaca dengan lengkap doa tulisan Reinhold Niebuhr akan membuat kita bisa memahami dari mana sebenarnya “serenity” itu bisa didapat.

God grant me the serenity 
to accept the things I cannot change; 
courage to change the things I can;
and wisdom to know the difference.
Living one day at a time; 
Enjoying one moment at a time; 
Accepting hardships as the pathway to peace; 
Taking, as He did, this sinful world
as it is, not as I would have it; 
Trusting that He will make all things right
if I surrender to His Will;
That I may be reasonably happy in this life 
and supremely happy with Him
forever in the next.
Amen.

Tidak perlu saya terjemahkan ke bahasa Indonesia, akan menjadi berbeda makna nantinya. Silakan direnungkan, mungkin akan sedikit mengguncang Anda. Saya harap Anda tidak terlalu banyak mengritik doa yang ditulis dalam pergumulan hidup penulisnya ini. Jika Anda rasa beberapa bagian tidak pas dengan prinsip teologia Anda, silakan berbeda pendapat tanpa menghina penulis doa ini.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.