Seorang martir kecil bernama Anmol

Pada tahun 2003, Harish Gemethi memasuki perjalanan baru dalam hidupnya. Di tahun itu setelah menyaksikan mujizat kesembuhan yang dialami kakaknya, ia bersama dengan 45 orang dari desa Gamidi, distrik Dungerpur, India menyerahkan hidup mereka kepada Kristus. Sejak waktu itu, melalui kesaksiannya, keluarga dari Harish Gemethi juga turut menyerahkan hidupnya kepada Kristus, dan Harish Gemethi menjadi seorang saksi Kristus yang efektif membawa jiwa.

Kalau di Indonesia, mungkin orang ini sudah diundang bersaksi di berbagai gereja, terkenal dan menjadi seorang selebritis gereja. Tetapi itu tidak terjadi di India. Selama 10 tahun terakhir kehidupannya, ancaman pembuhuhan dan teror dari kelompok radikal Hindu terus menerus datang kepada keluarganya. Tetapi apa yang terjadi bulan November kemarin adalah sesuatu yang tidak pernah terbayangkan.

Tanggal 17 November 2013, putra Harish Gemethi, Anugrag Gemethi, yang lebih dikenal dengan nama panggilannya, Anmol, setelah mengikuti Sekolah Minggu di Believers Church, pergi ke rumah kawannya, seperti yang biasa dikerjakannya setiap hari Minggu. Tetapi hari itu dia tidak kembali ke rumahnya.

Senin, 18 November 2013, Harish Gemethi melaporkan hilangnya anaknya itu ke polisi. Sebuah berita datang sore harinya, tubuh Anmol ditemukan di sebuah kolam tidak jauh dari desa itu dengan kondisi yang tidak terbayangkan.

Laporan otopsi dan saksi mata mengatakan, bahwa jari-jari kakinya remuk, mulutnya diikat, dan wajahnya dibakar. Tangannya disayat dan juga dibakar, ada potongan arang atau kayu bakar yang menempel di perutnya, menyebabkan luka bakar yang parah. Beberapa sumber mengatakan leher anak ini hampir putus dari tubuhnya, dengan mata, telinga, dan hidung yang sudah tidak bisa lagi dikenali. Jelas bahwa anak ini mengalami aniaya dan siksaan yang berat. Fakta yang mengejutkan adalah kematian anak ini tidak disebabkan oleh hal di atas, tetapi kematian karena tenggelam.

Hingga hari ini Harish Gemethi sudah menyerahkan semua teror dan ancaman yang dikumpulkannya. Pihak polisi tahu persis siapa yang mengirimkan semua teror dan ancaman itu, tetapi hingga kini belum ada tindakan tegas. Polisi meyakini bahwa Anmol mati karena tenggelam dan tubuhnya dimakan hewan liar.

Aniaya dan siksaan kepada para pemimpin gereja dan para petobat baru di India adalah hal yang “biasa” mereka hadapi setiap hari. Beberapa lembaga internasional mencatat bahwa aniaya kepada kekristenan di wilayah Asia Selatan meningkat 400% di tahun ini. Tetapi kejadian yang tidak terbayangkan semacam ini, menyiksa dan membunuh seorang anak, hanya karena dia seorang Kristen dan karena iman keluarganya, sungguh mengerikan.

Dalam acara pemakaman Anmol, 19 November 2013, Harish Gemethi mengenang Anmol sebagai anak yang baik, seorang murid yang baik, dan selalu siap pergi ke gereja untuk beribadah.

Berdoa supaya ada penghiburan bagi keluarga Harish Gemethi, dan juga jemaat Believers Church. Supaya iman mereka tetap teguh di masa duka dan kelam seperti ini.

Sumber-sumber:

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.