Tindakan kecil untuk lingkungan

Saya selalu merasa bahwa setiap orang bisa berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan. Yah, saya bukan aktivis lingkungan sih, tetapi saya cukup sadar lingkungan. Nah, yang saya tuliskan ini bukan untuk menggurui, ini hanyalah tindakan-tindakan kecil yang saya lakukan untuk lingkungan.

Perhatian pertama saya adalah tas plastik. Sebagaimana diketahui, plastik adalah salah satu bahan yang sukar diuraikan secara alami. Memang sudah ada riset dan bahkan membuat degradable-plastic, tetapi yang menggunakan ini masih relatif sedikit, dengan alasan harga yang memang lebih besar,

Maka, kalau harus berbelanja ke minimarket, atau tempat lainnya, saya selalu menolak bungkus tas plastik. Kalau di Sala ini biasa disebut tas krèsèk. Karena kemana-mana biasanya saya membawa tas ransel, barang belanjaan lebih sering saya masukkan langsung ke ransel. Kalau membawa mobil, saya biasanya pinjam tas/trolli dari minimarket, bawa barang ke mobil, kemudian kembalikan tas/trolli itu.

pasar modern

Sama juga kalau pas fotokopi. Saya memilih membeli satu stopmap plastik – bisa digunakan berulang kali – untuk membawa bahan yang akan difotokopi. Jadi, bisa menolak plastik yang bisanya ditawarkan oleh pekerja di fotokopian.

stopmap plastik

Yang kedua, berkaitan dengan penggunaan kertas. Kalau mencetak dengan mesin printer, saya mengusahakan sebisa mungkin dicetak bolak-balik, demikian juga saat fotokopi. Kertas-kertas bekas dikumpulkan, siapa tahu masih bisa digunakan. Meskipun ada juga instansi yang tidak mau menerima kertas dicetak bolak-balik.

cetak bolak-balik

Tapi kalau di Pemkot Surakarta, ada instansi yang memang maunya setiap pelaporan keuangan, nota dan kwitansinya ditempelkan di kertas bekas pakai, bukan di kertas baru. Untuk instansi ini saya acung jempol.

Sekarang ini juga mulai mengurangi kertas saat mengajar. Sedang membuat pembelajaran berbasis online. Jadi lumayan juga untuk mengurangi penggunaan kertas.

Nah, kalau satu orang melakukan tindakan-tindakan kecil seperti di atas, saya yakin kalau 100 orang mengerjakannya, kita bisa mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi berikutnya. Kalau 1.000 orang, 10.000 orang, satu juta orang?

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.