Puisi kuno untuk para koruptor

Sesungguhnya Allah itu baik
bagi mereka yang tulus hatinya,
bagi mereka yang bersih hatinya.

Tetapi aku,
sedikit lagi maka kakiku terpeleset,
nyaris aku tergelincir.

Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual,
kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik.

Sebab kesakitan tidak ada pada mereka,
sehat dan gemuk tubuh mereka;
mereka tidak mengalami kesusahan manusia,
dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain.

Sebab itu mereka berkalungkan kecongkakan
dan berpakaian kekerasan.

Karena kegemukan,
kesalahan mereka menyolok,
hati mereka meluap-luap dengan sangkaan.

Mereka menyindir dan
mengata-ngatai dengan jahatnya,
hal pemerasan dibicarakan mereka
dengan tinggi hati.

Mereka membuka mulut
melawan langit, dan
lidah mereka membual di bumi.

Sebab itu orang-orang berbalik
kepada mereka, mendapatkan mereka
seperti air yang berlimpah-limpah.

Dan mereka berkata:
“Bagaimana Allah tahu hal itu,
adakah pengetahuan pada Yang Mahatinggi?”

Sesungguhnya, itulah orang-orang fasik:
mereka menambah harta benda
dan senang selamanya!

Sia-sia sama sekali
aku mempertahankan hati yang bersih,
dan membasuh tanganku,
tanda tak bersalah.

Namun sepanjang hari
aku kena tulah, dan
kena hukum setiap pagi.

Seandainya aku berkata:
“Aku mau berkata-kata seperti itu,”
maka sesungguhnya
aku telah berkhianat
kepada angkatan anak-anakmu.

Tetapi ketika aku bermaksud
untuk mengetahuinya,
hal itu menjadi kesulitan di mataku,
sampai aku masuk
ke dalam tempat kudus Allah,
dan memperhatikan kesudahan mereka.

Sesungguhnya
di tempat-tempat licin
Kautaruh mereka,
Kaujatuhkan mereka
sehingga hancur.

Betapa binasa mereka
dalam sekejap mata,
lenyap,
habis
oleh karena kedahsyatan!

Seperti mimpi
pada waktu terbangun,
ya Tuhan,
pada waktu terjaga,
rupa mereka Kaupandang hina.

Ketika hatiku merasa pahit
dan buah pinggangku
menusuk-nusuk rasanya,
aku dungu dan tidak mengerti,
seperti hewan aku di dekat-Mu.
Tetapi aku tetap di dekat-Mu;
Engkau memegang tangan kananku.

Dengan nasihat-Mu
Engkau menuntun aku,
dan kemudian Engkau
mengangkat aku ke dalam kemuliaan.

Siapa gerangan ada padaku di sorga
selain Engkau?
Selain Engkau
tidak ada yang kuingini di bumi.

Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap,
gunung batuku dan bagianku
tetaplah Allah selama-lamanya.

Sebab sesungguhnya,
siapa yang jauh dari pada-Mu
akan binasa;
Kaubinasakan semua orang,
yang berzinah
dengan meninggalkan Engkau.

Tetapi aku,
aku suka dekat pada Allah;
aku menaruh tempat perlindunganku
pada Tuhan ALLAH,
supaya dapat menceritakan
segala pekerjaan-Nya.

– Asaf –[1]

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Jabur 73:1-28

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.