Serangan terhadap gereja di Sri Lanka

5-5-5 2013 WWL

Ekstrimisme agama – meskipun dalam skala kecil – sudah menancapkan taringnya kepada tubuh Kristus. Kalau kita berpikir sikap ekstrimisme agama ini hanya muncul pada satu agama, itu sebuah kesalahan. Di suatu wilayah dengan sebuah agama dominan (mayoritas) memiliki potensi ekstrimisme. Apakah sasarannya hanya gereja? Tidak juga, semua minoritas akan menjadi target dari ekstrimisme agama yang dominan.

Pekan ini sebuah kejadian serangan terhadap gereja kembali terjadi di Sri Lanka. Sekelompok orang menyerang sebuah kebaktian doa, menghancurkan alat-alat musik, dan memukuli pendetanya sampai tidak sadarkan diri.

Tiga orang rahib Budha memimpin sekitar 30 orang menyerbu gereja Jeevana Diya di Meegoda, distrik Colombo menuntut penghentian semua aktivitas gereja di desa itu yang mereka sebut sebagai “desa Budha”. Pendeta dan ibunya yang melindungi harus dirawat di rumah sakit setelah serangan itu.

Di hari yang sama, gereja Praise Prayer Lanka terpaksa membatalkan ibadahnya karena ada informasi dari pihak kepolisian bahwa ada ancaman serius terhadap gereja itu.

Sementara itu, beberapa hari sebelumnya seorang pendeta dari sebuah gereja Sidang Jemaat Allah hampir-hampir tidak lolos dari kematian saat ada orang yang membakar rumahnya di distrik Hambantota.

Berdoa, untuk tubuh Kristus, seluruh gereja, dan juga hamba-hamba Tuhan yang seringkali menjadi sasaran utama di Sri Lanka, supaya Tuhan memberi perlindungan dan mereka tetap kokoh dalam imannya kepada Kristus di tengah situasi yang berbahaya.

Sumber >>> http://www.persecution.org/?p=49232

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.