Anda bisa menggagalkan rencana Tuhan

reading-bible-blue[id]Tuhan tidak pernah gagal! Benar, saya sangat mempercayai hal itu. Yang saya ingin bagikan di sini adalah ada rencana-rencana bahkan proyek-proyek Tuhan yang gagal, tetapi itu bukan Tuhan yang gagal, dan bukan pula Dia yang menggagalkannya.

Mari renungkan sejenak bacaan ini!

Ketika fajar telah menyingsing, kedua malaikat itu mendesak Lot, supaya bersegera, katanya: “Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua anakmu yang ada di sini, supaya engkau jangan mati lenyap karena kedurjanaan kota ini.” Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana. Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: “Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap.” Kata Lot kepada mereka: “Janganlah kiranya demikian, tuanku. Sungguhlah hambamu ini telah dikaruniai belas kasihan di hadapanmu, dan tuanku telah berbuat kemurahan besar kepadaku dengan memelihara hidupku, tetapi jika aku harus lari ke pegunungan, pastilah aku akan tersusul oleh bencana itu, sehingga matilah aku. Sungguhlah kota yang di sana itu cukup dekat kiranya untuk lari ke sana; kota itu kecil; izinkanlah kiranya aku lari ke sana. Bukankah kota itu kecil? Jika demikian, nyawaku akan terpelihara.” Sahut malaikat itu kepadanya: “Baiklah, dalam hal inipun permintaanmu akan kuterima dengan baik; yakni kota yang telah kau sebut itu tidak akan kutunggangbalikkan. Cepatlah, larilah ke sana, sebab aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum engkau sampai ke sana.” Itulah sebabnya nama kota itu disebut Zoar. Matahari telah terbit menyinari bumi, ketika Lot tiba di Zoar. Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit; dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah. Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam. [1]

Membaca kisah di atas adalah menatap sebuah ironi besar dalam kehidupan. Proyek keselamatan Allah yang sedemikin besar gagal karena pilihan dari objek proyek itu sendiri. Hanya dibutuhkan sekian detik untuk menoleh ke belakang, tetapi sebuah ketidaktaatan yang sepertinya “kecil” ini menggagalkan rencana Allah.

Saya dan Anda bisa menggagalkan proyek keselamatan Allah atas diri kita masing-masing. Pilihan-pilihan kita bisa menggagalkan proyek Tuhan atas kehidupan kita. Allah memang tidak pernah gagal, tetapi sejarah dan Alkitab mencatat, kitalah – manusia – yang seringkali menggagalkan rencana-rencana-Nya.

Saya pernah menuliskan tentang “Mengapa isteri Lot menoleh ke belakang?”, silakan dicermati! Ketika kita masih bermain-main dengan “ketidaktaatan kecil”, kita berpotensi menggagalkan sebuah “rancangan besar” dari Allah.[/id]

[en]God never fails! Yes, I believe that too. What I want to share here is that there are God’s project which is became a failure, nor because He failed neither He thwarted it.

Let’s pay attention on this reading!

And when the dawn rose up, then the angels hurried Lot, saying, Rise up! Take your wife and your two daughters who are here, lest you be consumed in the iniquity of the city. And he lingered, the angel laid hold upon his hand, and upon the hand of his wife, and upon the hand of his two daughters (Jehovah being merciful to him), and they brought him forth and set him outside the city. And it happened when they brought him outside, He said, Escape for your life! Do not look behind you, nor stay in all the plain. Escape to the mountain lest you be consumed. And Lot said to them, Oh no, Lord, please now, Your servant has found grace in Your sight, and You have magnified Your mercy, which You have shown to me in saving my life. And I cannot escape to the mountain, lest some evil take me and I die. Behold now, this city is near to flee to, and it is a little one. Oh let me escape there (is it not a little one?) and my soul shall live. And He said to him, See, I have accepted you concerning this thing also, that I will not overthrow this city for which you have spoken. Hurry and escape there! For I cannot do anything till you have come there. Therefore the name of the city was called Zoar. The sun had risen upon the earth, and Lot entered into Zoar. Then Jehovah rained upon Sodom and upon Gomorrah brimstone and fire, from Jehovah out of the heavens. And He overthrew those cities, and all the plain, and all the inhabitants of the cities, and that which grew upon the ground. But his wife looked back from behind him, and she became a pillar of salt. [2]

Reading this story is like looking at a big irony of life. A great God’s salvation project had been a failure because of a wrong choice by the object of the project. It just need a few seconds to looked back, but this “little” disobedience thwarted God’s plan.

I and you can thwart God’s salvation project. Our choices can thwart God’s plans in our life. Yes, He never fails, but history and the Bible wrote that we – human – that often thwarted God’s plans.

I wrote this post before “Why Lot’s wife looked back?” (in Bahasa Indonesia only), read that! When we still have a time to play with this “little disobedience”, we have a big potential to thwart God’s great projects.[/en]

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Kejadian 19:15-26
  2. [2]Genesis 19:15-26

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.