Biblical mentoring: Abraham dan Lot

Apakah Alkitab menunjukkan kepada kita bagaimana mentoring dikerjakan? Ya, jelas sekali dan banyak model mentoring yang ditunjukkan oleh Alkitab. Dalam seri tulisan “Biblical Mentoring”, saya akan menunjukkan beberapa model mentoring yang bisa menjadi teladan bagi kita. Silakan diikuti dan semoga menjadi berkat bagi pelayanan Anda.

Yang pertama, saya ingin menunjukkan model mentoring yang dilakukan oleh Abraham terhadap Lot. Setiap saya menemukan model mentoring di Alkitab, sebuah pertanyaan yang mirip selalu muncul di hati saya. Pertanyaan kali ini adalah apa jadinya Lot bila tidak memiliki Abraham, dan apa jadinya Abraham bila tidak memiliki Lot? Saya mempercayai mentoring merupakan hukungan mutualisme. Mentor pasti dibekati oleh mentee-nya, dan mentee pasti juga diberkati oleh mentornya.

Perjalanan mentoring Abraham dengan Lot, sang paman dengan keponakannya ini dimulai dari Kejadian 12:4 “Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia …”. Perhatikan di sini, ada penyataan bahwa Lot mengikuti Abraham. Perintah dari TUHAN untuk pergi dari negeri itu adalah kepada Abraham, Lot tidak mendapat perintah ini. Berkat yang dijanjikan TUHAN adalah untuk Abraham dan keturunannya, Lot tidak mendapat janji berkat ini. Saya melihat bahwa keputusan Lot untuk mengikuti Abraham adalah keputusan dengan harga yang besar dan juga resiko yang besar.

Model mentoring ini, saya menyebutnya sebagai “bottom to top”. Beberapa model mentoring Akitab menunjukkan “top to bottom”, salah satu contohnya adalah Tuhan Yesus dengan para rasul-Nya; kita akan membahasnya lain waktu. Kadangkala, seorang mentee yang akan mencari mentornya; jika Anda belum menolong seorang mentee pun, berdoalah supaya dikirimkan “Lot-Lot” kepada Anda. Abraham tidak pernah dicatat mengajak Lot. Inisiatif pertama datang dari Lot untuk mengikuti pamannya.

Sama seperti Lot membayar harga untuk mengikuti pamannya, seringkali harga bagi seorang mentee untuk mengikuti proses mentoring adalah besar. Tidak adanya janji berkat bagi Lot tidak menyurutkan hatinya untuk mengikuti Abraham. Mentoring adalah proses jangka panjang dengan hasil yang tidak segera terlihat, kepuasannya hanya akan didapat setelah melalui waktu yang cukup lama. Tetapi lihat, meskipun Lot tidak mendengar janji berkat dari Tuhan sendiri, selama dia mengikuti Abraham, berkat yang jatuh kepada Abraham juga turut dinikmati oleh Lot. Bahkan Kejadian 13 menyebutkan bahwa Lot punya kekayaan yang “sama” dengan Abraham. Para mentee, dengarkan saya, Anda bisa meminta kepada Tuhan takaran berkat yang sama yang dialami oleh mentor Anda, sama seperti Lot menerima berkat yang sama seperti Abraham.

Apa yang didapat Abraham dari Lot? Mungkin ini pertanyaan yang akan diajukan oleh para calon mentor. “Jika saya mementoring seseorang, apa yang akan saya dapat dari dia?”. Saya tidak adil jika mengatakan bahwa mentoring adalah bukan tentang Anda, tetapi tentang mentee Anda. Itu jelas salah! Salah satu hal yang saya lihat dalam hubungan mentoring Abraham dengan Lot adalah Lot memberikan tempaan karakter kepada Abraham. Lihat bagaimana tanggapan Abraham saat gembala-gembala mereka berselisih paham. Ya, seorang mentor sesungguhnya mendapat tempaan karakter dari mentee-nya saat menhadapi kelemahan-kelemahan para mentee. Anda bisa tersenyum, tetapi benar bahwa di sinilah, ketika ada perselisihan antara mentor dengan mentee, kebesaran karakter seorang mentor akan diuji dan akan terlihat.

Kembali kepada berkat yang diterima oleh Lot. Anda akan melihat dalam pasal-pasal berikutnya, berkat yang datang kepada Lot ini berganti dengan kemalangan-kemalangan, saat Lot memutuskan berpisah dengan Abraham. Saya tidak sedang mengatakan bahwa berkat Anda akan hilang saat Anda berpisah dengan mentor Anda. Tidak, sama sekali tidak! Hanya saja perpisahan antara Lot dengan Abraham didasarkan pada suatu alasan yang tidak tepat. Pada tulisan-tulisan saya berikutnya, akan kita temukan bahwa ada mentee-mentee yang harus berpisah dengan mentornya karena alasan yang benar dan ilahi. Saya ingin menfokuskan kisah ini pada tanggung jawab seorang mentor terhadap mentee-nya, bahkan saat si mentee memutuskan untuk berpisah dan mengambil keputusan yang salah.

Di kisah ini, Lot memilih tempat tinggal di wilayah Sodom dan Gomora. Sebuah keputusan yang diambil karena Lot melihat lembah Yordan yang “seperti” taman TUHAN. Para mentee seringkali mengambil keputusan yang salah dan membawa mereka kepada kemalangan lepas kemalangan. Kemalangan pertama Lot adalah waktu daerah itu diserang dan Lot beserta seluruh keluarganya dibawa sebagai tawanan. Apa yang dikerjakan Abraham? Sang mentor ini tidak berdiam diri, dia segera berlari, mengumpulkan tenaga, dan menolong mentee-nya. Saat mentee Anda membuat kesalahan, jangan biarkan dia menjadi tawanan dari “pilihannya” itu, segera tolong dan angkat dia – bahkan meskipun saat dia sudah memutuskan hubungan dengan Anda.

Kemalangan Lot yang kedua adalah, pilihannya untuk tinggal di tengah bangsa yang “sangat berat dosanya” (Kejadian 18:20). Sekali lagi Abraham, sang mentor ini tidak berdiam diri. Dalam syafaatnya, Abraham “menawar” kehendak Tuhan supaya bisa menyelamatkan Lot dan keluarganya. Saya rasa inilah salah satu prioritas seorang mentor: selalu menjaga mentee-nya di dalam doa.

Ya, sayangnya kita mendapati kehidupan Lot berakhir tidak dengan bahagia. Saya membayangkan, seandainya Lot tidak memutuskan berpisah dari Abraham, dan Abraham masih hidup bersama-sama dengan Lot, hidup Lot akan berakhir dengan keindahan ilahi di dalam Tuhan.

Saya pernah ada dalam suatu penyesalan karena memutuskan menghentikan proses mentoring kepada seseorang. Jika saja kami masih ada dalam hubungan mentoring itu, pasti kami akan menikmati kebaikan-kebaikan yang lebih indah lagi. Yah, memang tidak ada kemalangan yang menimpa saya sebagai mentor dan sahabat saya ini sebagai mentee, tetapi sekali lagi saya membayangkan seandainya kami tidak melepaskan diri dari proses mentoring ini. Ah! Tetapi kini, saya mementoring orang-orang yang lain, dan mentee saya ini pun juga mementoring orang-orang lain. Sungguh ini proses yang luar biasa.

Ini pelajaran yang bisa kita tarik dari mentoring antara Abraham dengan Lot. Sekali lagi saya menyerukan, carilah mentor Anda, dan ingat juga ada sekian banyak generasi ini yang berteriak meminta Anda menjadi mentor mereka. TUHAN YESUS memberkati.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

3 thoughts on “Biblical mentoring: Abraham dan Lot

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.