Garis finish palsu

      No Comments on Garis finish palsu

Saya menemukan sebuah tweet yang langsung menyambar perhatian saya.

Kutipan pernyataan Tommy Tenney di atas menarik hati saya, karena ini yang sesungguhnya sedang terjadi. Iblis meletakkan sebuah garis akhir yang palsu, dan kebanyakan orang Kristen tertipu. Dengan segenap kekuatan dan hati, mereka berlari dan berjuang supaya bisa mencapai garis akhir itu. Sebuah fatamorgana yang muncul dengan sebutan kesuksesan, kelimpahan, kemakmuran. Kita berpikir itulah garis akhir perjuangan kekristenan kita.

Saat kita sudah menjadi makmur dan diberkati Tuhan dengan berlimpah, kita bangga berkata aku sudah mencapai garis akhir. Seorang hamba Tuhan yang merintis sebuah gereja, setelah berhasil membangun gereja berkata telah mencapai Tanah Perjanjian. Sebuah gereja yang akhirnya mencapai jumlah jemaat dalam bilangan ribuan berkata bahwa mereka akhirnya mengalami masa penuian. Apakah benar itu garis akhir yang ditetapkan Tuhan bagi kita? Ataukah jangan-jangan kita ini sedang berlari kepada garis akhir yang palsu.

Mengetahui bahwa waktunya sudah dekat, Paulus menuliskan ini, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”[1]. Sebuah ayat yang dengan penuh sukacita sering dikutip oleh orang Kristen. Tapi sebenarnya, garis akhir apakah yang dimaksudkan oleh Paulus?

Dalam bahasa Inggris, ayat ini diterjemahkan demikian, “I have fought a good fight, I have finished my course, I have kept the faith”[2]. Rupanya yang dituliskan oleh Alkitab terbitan LAI sebagai “garis akhir” berasal dari kata “dromos” yang lebih menunjuk kepada sebuah rute, jalan-jalan yang sudah ditetapkan arahnya. Bukannya sekedar melewati garis finish itu, tetapi melewati rute-rute yang sudah ditetapkan, sampai akhirnya berujung kepada garis akhir itu.

Bagaimana kita tahu bahwa kita sedang menuju garis finish yang palsu? Alkitab sudah menunjukkan rutenya, kita tinggal tunduk mengikutinya, maka pastilah kita menuju garis finish yang sejati. Jika perhatian kita dialihkan dan disesatkan dari “dromos” yang sudah dituliskan Alkitab, kita akan menuju sebuah garis finish yang dikenal dengan nama “kebinasaan”[3].

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]2 Timotius 4:7
  2. [2]King James Version
  3. [3]Matius 7:13

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.