Teologia kemakmuran: taktik kuno iblis

Mengapa saya menyebut teologia kemakmuran itu sebagai taktik kuno iblis? Karena taktik ini sudah dipakai iblis sejak masa lampau dan masih digunakannya hingga sekarang, sayangnya hanya sedikit orang Kristen yang mengenali hal ini, dan lebih banyak yang jatuh dalam taktik iblis ini.

Perhatikan bagaimana perbincangan antara Allah dengan iblis tentang Ayub berikut ini?

Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.[1]

Kulit ganti kulit! Orang akan memberikan segala yang dipunyainya ganti nyawanya. Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah tulang dan dagingnya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.[2]

Iblis sangat tahu dua hal ini adalah senjata ampuh untuk menjatuhkan orang Kristen. Senjata yang masih digunakannya hingga sekarang, dan masih sangat efektif menjauhkan orang percaya dari kebenaran Kristus yang sejati.

  1. Bahwa yang dicari adalah berkat-Nya, harta kekayaan, kepemilikan, dan perlindungan-Nya.
  2. Bahwa yang dicari adalah kesehatan dan kesejahteraan.

Dua hal inilah yang kemudian menjelma di masa kini sebagai teologia kemakmuran. Secara sederhana, teologia kemakmuran mengatakan bahwa adalah tujuan Allah untuk membuat Anda berkelimpahan dengan berkat, kesehatan, dan kesuksesan. Bahwa penderitaan bukanlah bagian dari rencana Allah atas hidup Anda. Jika sebagai orang Kristen, Anda hidup menderita, tidak berkelimpahan, miskin, sakit-sakitan, maka pasti ada yang salah dengan kehidupan kekristenan Anda. Itulah yang dikatakan oleh teologia kemakmuran.

Tentu saja banyak orang Kristen yang senang dengan pemberitaan macam ini. Saya sering membaca bagaimana orang Kristen seenaknya mengutip ayat, sekedar untuk mengatakan bahwa “Allah ingin saya menjadi kaya dan sukses!”.

Eh, jangan salah, bahkan rasul Petrus sendiri pernah jatuh kepada taktik iblis yang satu ini.

Ingat waktu Tuhan Yesus memberitakan tentang penderitaan yang akan ditanggung-Nya, apa reaksi Petrus? “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.[3]. Jika Anda pikir dengan menjadi Kristen yang benar, maka Allah akan menjauhkan penderitaan, bukankah inti pemberitaan kekristenan adalah penderitaan Kristus di kayu salib dan kebangkitan-Nya?

Bagian mana yang susah dimengerti dari pernyataan Tuhan Yesus ini, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku … Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?[4].

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Ayub 1:9-11
  2. [2]Ayub 2:4-5
  3. [3]Matius 16:22
  4. [4]Matius 16:24-26

2 thoughts on “Teologia kemakmuran: taktik kuno iblis

  1. steven

    di gereja saya GBI jg saya lihat agak condong ke teologi kemakmuran, dimana kita minta berkat sebanyak2 nya, supaya menjadi saluran berkat bagi orang lain. juga saya lihat gembalanya bergaya hidup mewah. (cth: rumah mewah , mobil mewah) yah bisa saja sih itu pemberian jemaat.
    bagaimana pandangan mas tentang aliran kharismatik ini.

    Reply
    1. martianuswb Post author

      Tentu saja tidak semua pengajaran dari aliran kharismatik adalah salah. Meskipun seperti yang bapak bilang bahwa kebanyakan aliran kharismatik pengajarannya condong kepada teologia kemakmuran, tidak semuanya seperti itu. Saya tahu beberapa Gembala GBI yang dengan tegas menolak pengajaran macam itu.
      Yang lebih penting adalah menjagai hidup dan hati kita dari pengajaran yang melenceng, dengan cara terus menerus belajar kebenaran yang Alkitabiah dan murni. Meneliti dan memperhatikan semua pengajaran yang kita dengar (Ibrani 2:1).
      Pertanyaan bapak via email, juga sudah saya jawab via email. Tuhan memberkati.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.