Ajaran yang memuaskan keinginan telinga

Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.[1]

Berapa banyak di antara kita yang sudah berkali-kali baca ayat di atas? Tapi berapa banyak yang senang dengan pengajaran yang memuaskan keinginan telinga itu? Seringkali saya heran, meskipun sudah ada peringatan macam ini di Alkitab, tetapi tetap juga banyak pengajar dan pengkhtobah yang mengajarkan hal-hal yang hanya memuaskan telinga, dan juga banyak orang Kristen yang tidak sadar sudah masuk ke dalam perangkap ini.

Di abad XVI, John Bunyan melalui The Pilgrim’s Progress kembali memperingatkan kekristenan akan bahaya pengajaran macam ini. Dalam sub-bab Mr. Worldy Wiseman, Bunyan merinci pengajaran yang memuaskan keinginan telinga itu.

Pengajaran macam ini berisi dan berbicara tentang hal-hal duniawi, dan karenanya banyak orang gemar mendengarnya.[2]. Pengajaran yang semacam ini mengarahkan orang Kristen kepada jalan-jalan yang mudah, jalan-jalan yang lurus, jalan-jalan yang lebar.[3]

Pengajaran yang menyenangkan telinga ini menurunkan nilai dari memikul salib, bahkan menghilangkannya, dan menggantikannya dengan pengejaran akan harta dan kenikmatan dunia.

Pengajaran semacam ini memalingkan orang Kristen dari kebenaran (Yunani: aletheia) kepada dongeng-dongeng (Yunani: muthos), yaitu kebohongan-kebohongan yang bersifat mistik dan fiksi.[4]

Ayo, buka telinga hanya bagi kebenaran dan terimalah ajaran yang sehat.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]2 Timotius 4:3-4
  2. [2]1 Yohanes 4:5
  3. [3]Matius 7:13-14
  4. [4]2 Timotius 4:4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.