Command line vs GUI di sistem operasi Linux

Saya mengikuti perkembangan Linux sejak tahun 2000. Di mana waktu itu, Linux masih didominasi oleh penggunaan command-line. Dalam perkembangan berikutnya, Linux mulai mengadaptasi Graphic User Interface yang sangat mempermudah para pengguna, terutama mereka yang newbie dengan sistem operasi Linux.

Masalahnya, penggunaan command-line ini seperti tidak bisa lepas dari sistem operasi Linux. Jika Anda masuk ke forum-forum komunitas Linux, maka akan Anda temukan bahwa hampir semua permasalahan diselesaikan dengan solusi berbentuk command-line. Sangat jarang solusi permasalahan Linux disajikan dalam bentuk GUI. Hal ini cukup menjadi permasalahan bagai yang newbie dengan Linux.

Jujur saja, saya memang lebih suka menggunakan command-line di Ubuntu, dengan berbagai alasan:

  • Sudah terbiasa dengan Terminal (command-line text)
  • Lebih cepat
  • Lebih efisien (terutama bila berhubungan dengan jaringan)
  • Lebih mudah — menurut saya

Bahkan, sebenarnya command-line juga ada di semua sistem operasi, dan dipercaya sebagai salah satu tool yang powerful untuk mengendalikan komputer.

Masalahnya adalah, bagi pengguna newbie di Linux, hal ini malah mempersukar mereka. Salah satu kecenderungan newbie meninggalkan Linux adalah masalah ini. Maka rasa-rasanya di forum-forum atau komunitas Linux dan open source, perlu kita mengubah kecenderungan menjelaskan dengan command-line dan menggantinya dengan penjelasan dengan GUI.

Misalkan di Ubuntu, perintah apt-get update && apt-get upgrade bisa dijelaskan dengan:

  • Klik System di toolbar bagian atas
  • Lalu pilih Administration >> Update Manager
  • Kemudian klik Check
  • Dan pilih software yang akan di-update
  • Terakhir, klik Install Updates

Ya, memang repot sih. Dari yang cuma satu langkah, harus dijelaskan dalam beberapa langkah. Tetapi, menurut saya, ini bisa menolong para pengguna Linux yang terbiasa dengan GUI sistem operasi Windows misalnya.

Harap, ini bisa menjadi masukan bagi komunitas-komunitas Linux terutama di Indonesia.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.