Review Ubuntu 11.10 Oneiric Ocelot

Kemarin ada seorang kawan yang berkomentar kalau blog ini tidak objektif, mengapa yang diulas hanya Linux dan Ubuntu saja, dan hanya kelebihan-kelebihannya; mengapa tidak mengulas kelebihan Win**** dibandingkan Ubuntu. Lhoh …. 😀

Ya, saya kan pengguna Ubuntu to, wajar kalau saya promosi Ubuntu, kalau saya promosi Win**** nama blog ini tentu saja berubah jadi Sinau Win**** to? Aneh benar kawan yang satu ini 🙂

Okay, langsung saja ya. Saya sudah mengoprek Ubuntu yang baru, “Oneiric Ocelot” Ubuntu 11.10 selama 1 minggu ini. Dan ini sedikit review dari saya, sederhana dan sekali lagi menunjukkan kelebihan Ubuntu versi ini dari versi sebelumnya. Untuk review lengkapnya sekaligus hal-hal teknis, silakan googling saja ya. Kalau pengin tahu apa saja yang saya kerjakan satu minggu ini dengan Ubuntu yang baru ini, tunggu di postingan berikutnya ya.

Impresi pertama dari Ubuntu 11.10 adalah instalasinya yang super cepat. Saya hanya butuh kurang dari 15 menit untuk “clean-install”. Bagi saya ini sangat cepat dibandingkan dengan sistem operasi yang lain. Bagi pengguna baru yang belum mengenal Ubuntu, sangat tertolong dengan sistem instalasi yang baru ini.

Berikutnya adalah saya rasa Ubuntu 11.10 ini lebih difokuskan kepada para pengguna baru dengan diutamakannya Graphic User Interface (GUI). Feature-feature yang dikenal oleh para pengguna Ubuntu veteran tetap ada dan ditingkatkan, hanya saja diletakkan “di belakang layar”.

Salah satu contohnya adalah Synaptic Package Manager ditaruh di belakang layar, digantikan dengan Ubuntu Software Center yang user friendly dan eye catching, terutama yang baru saja berpindah dari Win****.

Proses intalasi aplikasi menjadi jauh lebih mudah, bahkan bagi yang baru pertama kali mengenal Ubuntu.

Tampilan memukau lain datang ke sistem Dash, yang sekarang dipecah menjadi bagian Home, Application, Search File, bahkan Search Music sendiri. Kalau Anda tekan tombol Super, di bagian bawah akan nampak pembagian ini. Juga ada fungsi Filter yang berfungsi seperti semacam kategori. Bisa dilihat di screenshot di bawah ini.

Fungsi Alt+Tab yang digunakan untuk switcher antaraplikasi juga sudah disempurnakan.

Ayo, silakan dicoba Ubuntu terbaru ini. Masak masih mau pakai aplikasi bajakan sih?

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

4 thoughts on “Review Ubuntu 11.10 Oneiric Ocelot

  1. Yoyok

    salam kenal pak, saya pengguna ubuntu juga dan baru beralih ke ubuntu 11.10. saya punya masalah pada officenya. masalahnya adalah ketika kita save file di network dgn pilihan save lancar, tp bgt save as selalu muncul pesan error…kenapa yah? thanks…

    Reply
    1. martianuswb Post author

      Salam kenal juga, mas Yoyok. Saya tidak menghubungkan Ubuntu saya dengan suatu jaringan, jadi saya tidak tahu pasti apa masalahnya. Tetapi sepanjang saya cari tahu, entah ini bugs LibreOffice atau error yang lain, sementara ini belum ada solusi yang pasti. Jadi mungkin ditunggu saja update dari LibreOffice.

      Reply
  2. ali

    pak koq wifi saya gak bisa hidup yah?
    klo lampu indikator mau menyala, tp di icon wifi kosong saja, padahal ada hotspot di daerah itu.
    saya coba dengan live cd oneiric ocelot juga trnyata klo sdh di matikan wifinya maka tidak bisa di hidupkan lagi kecuali di restart.

    oh, iya saya menggunakan laptop acer 2920.

    Reply
    1. martianuswb Post author

      Apakah wireless driver sudah terpasang/terinstall dengan baik via Additional Driver?

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.