Menanti Ubuntu phone masuk Indonesia

Apa itu Ubuntu phone? Gampangnya ini adalah smartphone dengan sistem operasi bawaan Ubuntu. Sistem operasi yang dibangun oleh Canonical ini sudah terkenal di kalangan pengguna Linux dan Open Source. Apakah cukup menjanjikan? Bagi para pengguna Ubuntu, smartphone ini sangat dinantikan. Paling tidak bisa menghentikan niat saya untuk membeli flagship Sony seri Z Xperia 🙂

Ubuntu Edge

Ubuntu Edge

Kapan Ubuntu phone akan masuk ke Indonesia? Belum tahu juga, mungkin akan cukup lama, meski layak untuk ditunggu mengingat sejarahnya. Gema Ubuntu phone dimulai di tahun 2013 saat Canonical mengumumkan proyek smartphone ambisiusnya, Ubuntu Edge. Mengapa saya sebut ambisius? Pertama, spesifikasi Ubuntu Edge yang mumpuni. Dibangun untuk mendukung dual-boot, Ubuntu dan Android. Terintegrasi secara langsung jika dihubungkan dengan Ubuntu desktop. Prosesor multi-core tercepat dengan RAM 4 GB dan memori internal sebesar 128 GB. Mendukung jaringan dual-LTE dengan micro-SIM. Kedua, meski Canonical adalah perusahaan besar, pembuatan Ubuntu Edge dibuka dengan crowd-funding. Bahasa Indonesianya “urunan”, salah satu prinsip open source yang tetap dipegang oleh Canonical. Ditargetkan dikumpulkan donasi sebesar 32 juta US dollar dalam waktu satu bulan. Sayangnya hingga batas waktu terakhir, hanya terkumpul 12-an juta US dollar. Meskipun memecahkan rekor sebagai crowd-funding terbesar, karena tidak mencapai target maka semua donasi dikembalikan dan program Ubuntu Edge dikubur.

Tetapi, Canonical tidak berhenti mengembangkan sistem operasi mobile-nya. Dan sejak akhir 2014, mulai terdengar berita bahwa Ubuntu phones siap dilepas di pasar.

Bulan Februari 2015, Bq yang merupakan salah satu produser smartphone meluncurkan Ubuntu phone pertama di dunia dengan metode penjualan flash-sale. Dengan merek Aquaris E45 Ubuntu edition, smartphone ini dilepas dengan harga jual 169,9 Euro. Bisa ditebak dengan harga semurah itu, maka spesifikasinya berada di pasaran mid-low entry level. Beberapa pembeli sudah menerima smartphone ini. Cuma karena mereka ini umumnya pengguna Ubuntu, review mereka tentu saja cukup subyektif.

Aquaris 45 Bq Ubuntu Phone

Aquaris 45 Bq Ubuntu Phone

Dengan slogan “life at your fingertips”, Ubuntu phone yang ini menggunakan Quad Core Cortex A7, GPU Mali 400, 1 GB RAM, dan 8 GB internal memori. Ditambah layar IPS, dual micro-SIM, kamera 8 MP dan 5 MP, membuat harganya terasa pas. Jangan mengharapkan banyak untuk aplikasi-aplikasi karena Ubuntu phone ini tidak berpusat pada aplikasi, tetapi pada apa yang disebut sebagai Scope. Sebuah teknologi mirip Unity pada Ubuntu desktop – yang tidak begitu saya suka 🙂 Meski demikian, sudah tersedia lebih dari 1000 aplikasi yang siap dipasang, dan terus bertambah. Bagi pengguna yang terbiasa dengan Android dan iPhone, akan merasa terkaget-kaget dengan sistem operasi Ubuntu di smartphone ini. Sayangnya seri Aquaris ini hanya dijual di wilayah Eropa – paling tidak untuk sementara waktu.

Di ajang MWC kemarin, Meizu memamerkan Ubuntu phone buatannya. Yang ini berada pada spesifikasi atas. Octa core, 2 GB RAM, kamera 20 MP, kapasitas penyimpanan internal minimum 16 GB, dengan harga perkiraan 300-400 US dollar. Tentu saja kinerjanya berbeda cukup jauh dengan saudaranya, Aquaris. Meizu merencanakan akan menjual Ubuntu phone yang ini secara global.

Meizu MX4 Ubuntu

Meizu MX4 Ubuntu

Nah, yang di Indonesia akan muncul yang mana? Belum ada tanda-tanda bahwa Bq akan menjualnya di luar Eropa. Sepertinya pasar Eropa akan menjadi proyek percobaan. Kita tunggu saja keputusan Smartfren. Lhoh kok Smartfren? Smartfren adalah satu-satunya perusahaan yang bekerja sama dengan Canonical dan berhak menjual produk Ubuntu phone di Indonesia. Meski, Meizu memiliki kedekatan regional dengan pasar Indonesia, sampai sekarang produk Meizu belum ada yang mendukung CDMA. Kalau soal harga, kedua smartphone Ubuntu phone itu tidak begitu mahal untuk pasar Indonesia. Tetapi untuk mengalahkan dominasi Android, Blackberry, dan iPhone rasanya tidak mudah. Kecuali tentu saja di kalangan komunitas Ubuntu di Indonesia.

Yah, kita tunggu saja, semoga tidak terlalu lama 🙂

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.